PPKM Diperpanjang, Pengelola Wisata Blitar Raya Tolak Penutupan Tempat Wisata

loading...
PPKM Diperpanjang, Pengelola Wisata Blitar Raya Tolak Penutupan Tempat Wisata
Tempat Wisata Kampung Cokelat, di Kabupaten Blitar, menolak penutupan destinasi wisata selama berlangsungnya perpanjangan PPKM mendatang. Foto/Dok.SINDOnews/Solichan Arif
BLITAR - Forum Pengelola Destinasi Wisata (FPDW) Blitar Raya menyatakan menolak penutupan tempat wisata selama berlangsungnya perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Kabupaten Blitar.

Baca juga: PPKM Diperpanjang, Tapi Mall dan Restoran Boleh Buka Sampai Jam 8 Malam

Penutupan wisata selama berlangsungnya PPKM dinilai sangat merugikan. Penutupan wisata juga dianggap tidak berpengaruh pada penyebaran angka kasus positif COVID-19 di Blitar Raya. " PPKM untuk membatasi kegiatan masyarakat. Bukan menutup tempat wisata," ujar Koordinator FPDW Blitar Raya Harjito kepada wartawan Kamis (21/1/2021).

Selama berlangsungnya PPKM 11-25 Januari 2021 , Pemkab Blitar, membatasi seluruh kegiatan masyarakat. Untuk aktifitas ekonomi di malam hari Pemkab Blitar, membatasi hingga pukul 20.00 WIB.





Seluruh destinasi wisata di 61 titik di Kabupaten Blitar juga ditutup total. Karena kasus positif masih tinggi, kemendagri memutuskan memperpanjang PPKM dua minggu lagi. "Intinya kita menolak penutupan itu," tegas Harjito yang merupakan pengelola destinasi wisata Istana Sakura.

Ada sebanyak 20 pengelola destinasi wisata yang menyatakan diri menolak penutupan. Di antaranya, pengelola destinasi wisata Kampung Cokelat, Blitar Park, Negeri Dongeng, Sirah Kencong, Omah Londo, Kampung Afrika, Pantai Serang, Belimbing Karangsari, dan Hutan Pinus Gogoniti.



Baca juga: Mojokerto Gempar, Ledakan Dahsyat Mirip Bom Terjadi di Tumpukan Sampah
halaman ke-1 dari 2
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top