Pakai Sepatu Masuk Tempat Ibadah, Kejadian di Tangerang Mirip Kasus Tanjung Priok
Kamis, 21 Januari 2021 - 06:10 WIB
loading...
A
A
A
"Ketika itu yang dialami petugas, petugas terputus dari standar moral, etika, dan pemahaman akan akibat perilakunya. Tetapi janggalnya, mengenakan kostum ala robocop ternyata tidak membuat petugas merasa lebih aman," terangnya.
Menurutnya, rasa cemas anggota polisi dengan kostum robocop itu tetap tinggi. Dengan perlengkapan bertarung seperti itu, terpasang dari ujung kepala sampai ujung kaki, dirasa "wajar" kalau kendali perilaku polisi gampang menguap.
"Jadi, betapa pun langkah pengamanannya efektif, tapi aspek equity (bagaimana pengamanan itu dilakukan) malah memunculkan masalah tersendiri," pungkasnya.
Adapun polisi yang dilaporkan ke Propam karena diduga melakukan arogansi, penghinaan agama dan tempat ibadah itu adalah Kapolsek Kelapa Dua AKP Muharram Wibisono dan Kanit Reskrim Polsek Kelapa Dua Iptu Agam Tsaani. Baca juga: 2 Oknum Polisi Masuk Masjid Pakai Sepatu Dihukum Disiplin 14 Hari
Sayangnya saat dikonfirmasi SINDOnews, Kapolsek Kepala Dua enggan memberikan jawaban kepada wartawan.
Menurutnya, rasa cemas anggota polisi dengan kostum robocop itu tetap tinggi. Dengan perlengkapan bertarung seperti itu, terpasang dari ujung kepala sampai ujung kaki, dirasa "wajar" kalau kendali perilaku polisi gampang menguap.
"Jadi, betapa pun langkah pengamanannya efektif, tapi aspek equity (bagaimana pengamanan itu dilakukan) malah memunculkan masalah tersendiri," pungkasnya.
Adapun polisi yang dilaporkan ke Propam karena diduga melakukan arogansi, penghinaan agama dan tempat ibadah itu adalah Kapolsek Kelapa Dua AKP Muharram Wibisono dan Kanit Reskrim Polsek Kelapa Dua Iptu Agam Tsaani. Baca juga: 2 Oknum Polisi Masuk Masjid Pakai Sepatu Dihukum Disiplin 14 Hari
Sayangnya saat dikonfirmasi SINDOnews, Kapolsek Kepala Dua enggan memberikan jawaban kepada wartawan.
(kri)
Lihat Juga :