Pakai Sepatu Masuk Tempat Ibadah, Kejadian di Tangerang Mirip Kasus Tanjung Priok

Kamis, 21 Januari 2021 - 06:10 WIB
loading...
Pakai Sepatu Masuk Tempat...
Sebuah video rekaman CCTV yang memuat adegan sikap arogan oknum polisi tersebar luas di media sosial. Foto: Tangkapan Instagram @aboutsinjay
A A A
TANGERANG SELATAN - Pakar Psikologi Forensik, Reza Indragiri Amriel menilai perilaku oknum polisi dari Polsek Kelapa Dua, Polres Tangerang Selatan (Tangsel) yang diduga masuk ke tempat ibadah dengan sepatu sangat arogan.

"Ya, saya baca beritanya. Mirip kasus Tanjung Priok tempo doeloe, ya," ujar Reza kepada SINDOnews, Rabu (20/1/2021). Baca juga: Buntut Polisi Masuk Tempat Sembahyang Pakai Sepatu, Kapolsek dan Kanit Reskrim Dilaporkan ke Propam

Dilanjutkan Reza, kejadian semacam ini lagi-lagi memantik persoalan atau bahkan pertanyaan tentang procedural justice. Menurutnya, hal ini bisa berkaitan dengan seragam atau kostum ala "robocop" yang dipakai petugas.

"Saat memakai kostum (seragam lengkap polisi) semacam itu, terbangun konteks bahwa polisi sedang berada dalam situasi war zone. Dalam konteks tersebut, peluang bagi terjadi aksi kekerasan memang meninggi," jelas Reza.

Apalagi, lanjut dia, ketika identitas petugas tertutup rapat, mulai dari menggunakan helm bertopeng, label nama ditutup rompi, dan sebagainya, petugas bisa mengalami deindividuasi. Hal ini sangat rawan terhadap aksi kekerasan.

"Ketika itu yang dialami petugas, petugas terputus dari standar moral, etika, dan pemahaman akan akibat perilakunya. Tetapi janggalnya, mengenakan kostum ala robocop ternyata tidak membuat petugas merasa lebih aman," terangnya.

Menurutnya, rasa cemas anggota polisi dengan kostum robocop itu tetap tinggi. Dengan perlengkapan bertarung seperti itu, terpasang dari ujung kepala sampai ujung kaki, dirasa "wajar" kalau kendali perilaku polisi gampang menguap.

"Jadi, betapa pun langkah pengamanannya efektif, tapi aspek equity (bagaimana pengamanan itu dilakukan) malah memunculkan masalah tersendiri," pungkasnya.

Adapun polisi yang dilaporkan ke Propam karena diduga melakukan arogansi, penghinaan agama dan tempat ibadah itu adalah Kapolsek Kelapa Dua AKP Muharram Wibisono dan Kanit Reskrim Polsek Kelapa Dua Iptu Agam Tsaani. Baca juga: 2 Oknum Polisi Masuk Masjid Pakai Sepatu Dihukum Disiplin 14 Hari

Sayangnya saat dikonfirmasi SINDOnews, Kapolsek Kepala Dua enggan memberikan jawaban kepada wartawan.
(kri)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Polisi Tetapkan 3 Mantan...
Polisi Tetapkan 3 Mantan Pejabat Pertamina Niaga dan Samin Tan Tersangka Jual Beli BBM
Kapolri Diminta Transformasi...
Kapolri Diminta Transformasi Kultur Internal Bhayangkara
Presiden Prabowo: Hanya...
Presiden Prabowo: Hanya di Indonesia Polisi Ngurus Pertanian, Tentaranya Sering Ada di Sawah
Rekomendasi
Daftar Lengkap Harga...
Daftar Lengkap Harga BBM di SPBU Pertamina! Pertamax Tetap, Turbo Turun Jadi Rp19.300/Liter
Pengacara Roy Suryo:...
Pengacara Roy Suryo: JPU Abaikan Sejumlah Laporan Pelapor dalam Dakwaan
Norwegia Lolos ke 16...
Norwegia Lolos ke 16 Besar usai Singkirkan Pantai Gading 2-1
Berita Terkini
Jelang Upacara HUT Ke-80...
Jelang Upacara HUT Ke-80 Bhayangkara, Begini Situasi Satlat Brimob Cikeas
Ini Daftar Jalan di...
Ini Daftar Jalan di Jakarta yang Ditutup Sementara saat Presiden Belarus Melintas
Tak Hanya Andalkan Teknologi,...
Tak Hanya Andalkan Teknologi, KAI Bangun Loyalitas via Pelayanan Berkualitas
Program ParenTRING,...
Program ParenTRING, Pegadaian Kanwil IX Jakarta 2 Gelar Khitanan Massal
Komut Pertamina Kunjungan...
Komut Pertamina Kunjungan Kerja ke Jatim hingga Nusa Tenggara, Ini Hasilnya
Besok Upacara Peringatan...
Besok Upacara Peringatan Hari Bhayangkara ke-80 di Cikeas, Cari Jalur Alternatif Hindari Kemacetan
Infografis
10 Universitas Terbaik...
10 Universitas Terbaik di Indonesia yang Masuk Peringkat Dunia versi THE WUR 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved