RSL Covid-19 Resmi Dioperasikan, Bima Arya: Kondisi Kota Bogor Sudah Sangat Darurat
Senin, 18 Januari 2021 - 18:47 WIB
loading...
A
A
A
Kepada pengelola RSL Covid-19 Kota Bogor, Bima menitipkan dan menekankan protokol kesehatan, termasuk perlindungan terhadap tenaga kesehatan, menjadi prioritas utama. Hal lainnya adalah sosialisasi sistem yang ada di RSL Covid-19 Kota Bogor.
Baca: Jadi Orang Pertama yang Divaksin Covid-19 di Bogor, Dedie: Awalnya Cukup Tegang
Menurut Bima, RSL Covid-19 Kota Bogor diperuntukkan bagi pasien terkonfirmasi positif dengan gejala ringan dan yang memiliki komorbid (penyakit penyerta). Adapun komposisi RSL Covid-19 Kota Bogor, 70 persen diperuntukkan bagi pasien Covid-19 asal Kota Bogor dan sisanya bagi yang sangat membutuhkan.
![RSL Covid-19 Resmi Dioperasikan, Bima Arya: Kondisi Kota Bogor Sudah Sangat Darurat]()
"Rumah Sakit Lapangan ini bukan yang terakhir. Kepada Satgas saya meminta untuk mempercepat juga hotel atau tempat lain untuk Orang Tanpa Gejala (OTG) dan juga persiapan untuk menghadapi situasi terburuk akibat pandemi Covid-19. Dinkes dan RSUD, saya meminta untuk menyusun skenario simulasi suasana atau situasi terburuk. Kami tidak ingin main-main " tegas Bima Arya.
Kepada semua pihak maupun warga Kota Bogor, Bima Arya menyampaikan situasi saat ini kritis. Ia merasa prihatin mengingat masih adanya warga yang tidak disiplin. Untuk itu, secara tegas Bima Arya memerintahkan jajaran Pemkot Bogor untuk mengurangi acara-acara seremonial yang tidak penting. "Kurangi mobilitas dan hindari kerumunan. Ini pesan kami, karena kasihan dengan tenaga kesehatan kita. Liburan berbanding lurus dengan korban tenaga kesehatan dan ini satu ironi," tegasnya.
Peresmian RSL ini diikuti Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil secara virtual dan Wakil Ketua DPRD Provinsi Jawa Barat Achmad Ru'yat yang secara langsung hadir. "Menghadapi situasi akibat Covid-19 kita harus berinisiatif terhadap kondisi-kondisi yang ada, karena seringkali serba baru," kata Kang Emil sapaan akrabnya.
Baca: Jadi Orang Pertama yang Divaksin Covid-19 di Bogor, Dedie: Awalnya Cukup Tegang
Menurut Bima, RSL Covid-19 Kota Bogor diperuntukkan bagi pasien terkonfirmasi positif dengan gejala ringan dan yang memiliki komorbid (penyakit penyerta). Adapun komposisi RSL Covid-19 Kota Bogor, 70 persen diperuntukkan bagi pasien Covid-19 asal Kota Bogor dan sisanya bagi yang sangat membutuhkan.

"Rumah Sakit Lapangan ini bukan yang terakhir. Kepada Satgas saya meminta untuk mempercepat juga hotel atau tempat lain untuk Orang Tanpa Gejala (OTG) dan juga persiapan untuk menghadapi situasi terburuk akibat pandemi Covid-19. Dinkes dan RSUD, saya meminta untuk menyusun skenario simulasi suasana atau situasi terburuk. Kami tidak ingin main-main " tegas Bima Arya.
Kepada semua pihak maupun warga Kota Bogor, Bima Arya menyampaikan situasi saat ini kritis. Ia merasa prihatin mengingat masih adanya warga yang tidak disiplin. Untuk itu, secara tegas Bima Arya memerintahkan jajaran Pemkot Bogor untuk mengurangi acara-acara seremonial yang tidak penting. "Kurangi mobilitas dan hindari kerumunan. Ini pesan kami, karena kasihan dengan tenaga kesehatan kita. Liburan berbanding lurus dengan korban tenaga kesehatan dan ini satu ironi," tegasnya.
Peresmian RSL ini diikuti Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil secara virtual dan Wakil Ketua DPRD Provinsi Jawa Barat Achmad Ru'yat yang secara langsung hadir. "Menghadapi situasi akibat Covid-19 kita harus berinisiatif terhadap kondisi-kondisi yang ada, karena seringkali serba baru," kata Kang Emil sapaan akrabnya.
Lihat Juga :