Kasus Positif COVID-19 Blitar Tak Terkendali, Satgas: Buah yang Kita Petik
Minggu, 17 Januari 2021 - 19:07 WIB
loading...
A
A
A
Menurut Krisna Yekti, tidak sedikit OTG yang berfikir dirinya sehat dan tidak menulari. Padahal justru saat OTG kata Krisna Yekti, virus COVID-19 lagi puncaknya berkembang. "Justru orang yang sudah parah, jumlah virusnya menurun. Mereka diisolasi di rumah sakit," terang Krisna Yekti.
Baca juga: Tewas Ditembak Saat Bawa Rokok Ilegal, Keluarga Haji Permata Lapor ke Polda
Anggapan OTG tidak menular menjadikan kasus positif COVID-19 seolah tidak terbendung. Bahkan di wilayah Kecamatan Kanigoro, teridentifikasi sebagai zona hitam. Hal itu menunjukkan penambahan kasus positif di Kanigoro, mencapai minimal 10 kasus/hari.
Krisna Yekti mengatakan, dengan menganggap tidak menular, para OTG selalu meminta menjalani isolasi mandiri. Mereka beralasan memiliki fasilitas rumah yang layak. Yakni mulai memiliki dua rumah sampai ruangan yang terpisah dengan keluarga. Namun, kata Krisna Yekti, saat isolasi tidak sedikit yang tidak mematuhi protokol kesehatan. Akibatnya, selalu dipastikan ada anggota keluarga yang ikut terpapar.
"Makanya klaster keluarga kita tinggi," papar Krisna Yekti yang mengaku sangat prihatin dengan apa yang terjadi. Krisna Yekti juga mengatakan, situasi yang ada tersebut (anggapan OTG tidak menular), terjadi di awal pandemi dan berlanjut sampai hari ini.
Baca juga: Asyik Berkerumun Nikmati Tuak, 14 Pria dan 1 Perempuan Digelandang ke Polres Musi Rawas
Baca juga: Tewas Ditembak Saat Bawa Rokok Ilegal, Keluarga Haji Permata Lapor ke Polda
Anggapan OTG tidak menular menjadikan kasus positif COVID-19 seolah tidak terbendung. Bahkan di wilayah Kecamatan Kanigoro, teridentifikasi sebagai zona hitam. Hal itu menunjukkan penambahan kasus positif di Kanigoro, mencapai minimal 10 kasus/hari.
Krisna Yekti mengatakan, dengan menganggap tidak menular, para OTG selalu meminta menjalani isolasi mandiri. Mereka beralasan memiliki fasilitas rumah yang layak. Yakni mulai memiliki dua rumah sampai ruangan yang terpisah dengan keluarga. Namun, kata Krisna Yekti, saat isolasi tidak sedikit yang tidak mematuhi protokol kesehatan. Akibatnya, selalu dipastikan ada anggota keluarga yang ikut terpapar.
"Makanya klaster keluarga kita tinggi," papar Krisna Yekti yang mengaku sangat prihatin dengan apa yang terjadi. Krisna Yekti juga mengatakan, situasi yang ada tersebut (anggapan OTG tidak menular), terjadi di awal pandemi dan berlanjut sampai hari ini.
Baca juga: Asyik Berkerumun Nikmati Tuak, 14 Pria dan 1 Perempuan Digelandang ke Polres Musi Rawas
Lihat Juga :