Tewas Ditembak Saat Bawa Rokok Ilegal, Keluarga Haji Permata Lapor ke Polda
Minggu, 17 Januari 2021 - 13:30 WIB
loading...
Ketua KKSS Batam, Masrur Amin. Foto/SINDOnews/Dicky Sigit Rakasiwi
A
A
A
BATAM - Keluarga dari pengusaha Batam, Haji Permata akhirnya resmi melaporkan kejadian penembakan yang merenggut nyawa Haji Permata, pada Jumat (15/1/2021). Keluarga resmi melapor ke Polda Kepri pada Jumat (15/1/2021) malam.
Baca juga: Diduga Bawa Rokok Ilegal, Pengusaha Kondang Batam Tewas Tertembak Saat Serang Petugas Bea Cukai
Laporan terkait tewasnya Haji Permata ke Polda Kepri ini, dikatakan anak dari Almarhum Haji Permata Arjuna, Sabtu (16/1/2021). "Kita sudah resmi buat laporan ke Polda Kepri, dan sudah diterima," ujarnya.
Baca juga : Setelah Lima Bulan Berjuang, Dokter di Saudi Akhirnya Sembuh dari Covid-19
Dia menjelaskan, dirinya melapor ke Polda Kepri didampingi oleh adiknya Haji Permata yakni Salehuddin, dan juga Ketua Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) Kota Batam, Masrur Amin. "Kami buat laporan pada Jumat (15/1/2021) malam, dan selesai Sabtu (16/1/2021) dini hari sekitar pukul 02.00 WIB," katanya.
Baca juga : Mencekam, 50 Ibu Kota Negara Bagian AS Bersiap Hadapi Protes Bersenjata
Jenazah Haji Permata juga sudah dikebumikan di TPU Air Raja, Tanjung Sengkuang pada Sabtu (16/1/2021) setelah sebelumnya diotopsi di RS Bhayangkara Polda Kepri.
Baca juga: Ditinggal Istri dan Anaknya ke Bandung, Pria Lansia di Palembang Tewas Dalam Kamar
Sementara itu, Ketua KKSS Kota Batam, Masrur Amin mengatakan, tak hanya Haji Permata yang ditembak oleh petugas Bea Cukai, namun ada dua orang lainnya. Dia menjelaskan, pada speed boat naas tersebut saat kejadian ada enam orang termasuk Haji Permata.
"Jadi ada tiga orang tertembak oleh petugas Bea Cukai. Satu ditembak di kepala, satu di kaki, dan almarhum Haji Permata ditembak di jantung satu tembakan, dan di dadanya dua tembakan," jelasnya.
Baca juga: Ada Awan Panas Guguran Dari Semeru, Belasan Kecamatan di Probolinggi Hujan Abu
Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Kepri, Kombes Pol. Arie Dharmanto membenarkan adanya laporan tersebut. Dikatakan Arie, bahwa pihaknya akan melakukan koordinasi pada Polda Riau, karena Tempat Kejadian Perkara (TKP) ada di Riau.
"Sebagai langkah awal untuk melakukan otopsi saja, karena TKP nya di Tembilahan, wilayahnya Polda Riau. Mungkin akan kami kordinasikan dengan Krimum Polda Riau, untuk menindaklanjuti," katanya.
Baca juga: Diduga Bawa Rokok Ilegal, Pengusaha Kondang Batam Tewas Tertembak Saat Serang Petugas Bea Cukai
Laporan terkait tewasnya Haji Permata ke Polda Kepri ini, dikatakan anak dari Almarhum Haji Permata Arjuna, Sabtu (16/1/2021). "Kita sudah resmi buat laporan ke Polda Kepri, dan sudah diterima," ujarnya.
Baca juga : Setelah Lima Bulan Berjuang, Dokter di Saudi Akhirnya Sembuh dari Covid-19
Dia menjelaskan, dirinya melapor ke Polda Kepri didampingi oleh adiknya Haji Permata yakni Salehuddin, dan juga Ketua Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) Kota Batam, Masrur Amin. "Kami buat laporan pada Jumat (15/1/2021) malam, dan selesai Sabtu (16/1/2021) dini hari sekitar pukul 02.00 WIB," katanya.
Baca juga : Mencekam, 50 Ibu Kota Negara Bagian AS Bersiap Hadapi Protes Bersenjata
Jenazah Haji Permata juga sudah dikebumikan di TPU Air Raja, Tanjung Sengkuang pada Sabtu (16/1/2021) setelah sebelumnya diotopsi di RS Bhayangkara Polda Kepri.
Baca juga: Ditinggal Istri dan Anaknya ke Bandung, Pria Lansia di Palembang Tewas Dalam Kamar
Sementara itu, Ketua KKSS Kota Batam, Masrur Amin mengatakan, tak hanya Haji Permata yang ditembak oleh petugas Bea Cukai, namun ada dua orang lainnya. Dia menjelaskan, pada speed boat naas tersebut saat kejadian ada enam orang termasuk Haji Permata.
"Jadi ada tiga orang tertembak oleh petugas Bea Cukai. Satu ditembak di kepala, satu di kaki, dan almarhum Haji Permata ditembak di jantung satu tembakan, dan di dadanya dua tembakan," jelasnya.
Baca juga: Ada Awan Panas Guguran Dari Semeru, Belasan Kecamatan di Probolinggi Hujan Abu
Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Kepri, Kombes Pol. Arie Dharmanto membenarkan adanya laporan tersebut. Dikatakan Arie, bahwa pihaknya akan melakukan koordinasi pada Polda Riau, karena Tempat Kejadian Perkara (TKP) ada di Riau.
"Sebagai langkah awal untuk melakukan otopsi saja, karena TKP nya di Tembilahan, wilayahnya Polda Riau. Mungkin akan kami kordinasikan dengan Krimum Polda Riau, untuk menindaklanjuti," katanya.
(eyt)
Lihat Juga :