Masih Zona Merah, DPRD Kritisi Penanganan Covid-19 di Kota Depok
Selasa, 12 Januari 2021 - 06:20 WIB
loading...
A
A
A
Dia mengkritik soal penanganan yang dilakukan saat ini. Sehingga tidak heran kalau Kota Depok masih berada dalam zona merah hingga saat ini."Jadi jangan heran kalau kita merah terus. Karena kita nggak punya ambulans. Makanya terbukalah, kalau butuh ambulans nanti kita beli. Kemarin itu sampai Rp200 miliaran direfocusing,” tegasnya.
Ikra menambahkan, kalaupun yang akan dilakukan refocusing tahun ini lebih besar dari sebelumnya bukanlah masalah. Asalkan, kata dia peruntukkannya jelas dan transparan. "Kalaupun sampai Rp500 miliar enggak masalah, yang penting jelas buat apa dan memang ditujukan untuk mengatasi. Awal kalau teman-teman ngobrol sama saya dulu pernah saya saya minta di DPRD itu fokus anggarannya kepada pencegahan dan penanganan dari awal Rp100 miliar, pencegahannya cuma Rp6-10 miliar pencegahan, sisanya buat belanja banyak. Belanja alat ini, belanja ini banyak yang. Penting itu, tapi ini nggak bisa kita atasi ketika terjadi outbreak nggak ada yang mampu menampung. pencegahan itu harus ditekankan dari mulai sosialisasi penyediaan alat-alat penyediaan apa,” ucapnya.
Kendati demikian, Ikra menyambut baik ide dari Pemkot Depok soal Kampung Siaga Covid. Menurutnya, ini adalah solusi menangani permasalahan yang ada saat ini. “Sebetulnya ada ide dari pemerintah kota Yang luar biasa dari pemerintah kota ini saya apresiasi telepon langsung pembentukan Kampung siaga covid. Inilah sebetulnya alat untuk mengatasi covid ini tapi kan tidak terfokus di sini. Kalau ini betul disuport ini semuanya ya dari mulai sosialisasi pencegahan dan penanganan,” pungkasnya.
Ikra menambahkan, kalaupun yang akan dilakukan refocusing tahun ini lebih besar dari sebelumnya bukanlah masalah. Asalkan, kata dia peruntukkannya jelas dan transparan. "Kalaupun sampai Rp500 miliar enggak masalah, yang penting jelas buat apa dan memang ditujukan untuk mengatasi. Awal kalau teman-teman ngobrol sama saya dulu pernah saya saya minta di DPRD itu fokus anggarannya kepada pencegahan dan penanganan dari awal Rp100 miliar, pencegahannya cuma Rp6-10 miliar pencegahan, sisanya buat belanja banyak. Belanja alat ini, belanja ini banyak yang. Penting itu, tapi ini nggak bisa kita atasi ketika terjadi outbreak nggak ada yang mampu menampung. pencegahan itu harus ditekankan dari mulai sosialisasi penyediaan alat-alat penyediaan apa,” ucapnya.
Kendati demikian, Ikra menyambut baik ide dari Pemkot Depok soal Kampung Siaga Covid. Menurutnya, ini adalah solusi menangani permasalahan yang ada saat ini. “Sebetulnya ada ide dari pemerintah kota Yang luar biasa dari pemerintah kota ini saya apresiasi telepon langsung pembentukan Kampung siaga covid. Inilah sebetulnya alat untuk mengatasi covid ini tapi kan tidak terfokus di sini. Kalau ini betul disuport ini semuanya ya dari mulai sosialisasi pencegahan dan penanganan,” pungkasnya.
(hab)
Lihat Juga :