Sejak Tahun Baru, Banjir Rendam Ratusan Rumah Warga Tempuran Mojokerto

Senin, 11 Januari 2021 - 12:34 WIB
loading...
Sejak Tahun Baru, Banjir...
Banjir yang merendam Desa Tempuran, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto.Foto/SINDOnews/Tritus Julan.
A A A
MOJOKERTO - Banjir kembali merendam ratusan rumah warga dua dusun di Desa Tempuran, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto. Ini merupakan kali ketiga, wilayah tersebut diterjang banjir sejak memasuki tahun 2021.

Dua dusun yang menjadi langganan banjir ini yakni, Dusun Bekucuk dan Dusun Tempuran. Sedikitnya sekitar 300an rumah warga di desa yang berbatasan dengan Kabupaten Jombang ini, terendam dengan ketinggian air mencapai pinggang orang dewasa.

(Baca juga: Pembakaran Ponpes Al-Furqon Lamongan, Ketua MUI Jatim: Saya Klarifikasi Dulu )

Suparti, warga Dusun Bekucuk, Desa Tempuran mengungkapkan, sejak awal Januari 2021, banjir mulai melanda wilayah tersebut. Meski sempat surut, namun air bah kembali datang dan menggenangi rumahnya. Bahkan ketinggian air hingga mencapai 60 cm.

"Sudah sejak tahun baru itu, Jumat (1/1) banjir. Sempat surut sebentar, tapi kemudian banjir lagi. Ini yang ketiga kalinya rumah terendam banjir," kata Suparti, Senin (11/1/2021).

Akibat bencana banjir tersebut, aktivitas warga menjadi lumpuh. Bahkan untuk sekedar memasak saja, warga mengalami kesulitan. Selama ini, warga hanya mengandalkan bantuan makanan dari dapur umum (DU) yang didirikan Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Mojokerto.

(Baca juga: Hari Pertama PPKM di Surabaya, Masih Banyak Pelanggaran )

"Tidak bisa bekerja, karena terendam banjir. Mau masak juga tidak bisa, air bersih juga sulit kan, karena sumurnya kotor. Praktis kami hanya menunggu bantuan dari petuga saja," terang wanita berusia 49 tahun ini.

Kendati demikian, Suparti mengaku memilih bertahan di rumahnya. Ia tak mengungsi lantaran banjir seperti ini sudah biasa terjadi. Jika malam hari, Suparti dan warga lainnya memilih tidur di jalan lantaran kondisi jalan tidak targenang air.

"Tidak mengungsi, kalau malam tidur di jalan, karena jalannya lebih tinggi jadi aman. Tahun-tahun sebelumnya juga seperti ini, banjir sampai berhari-hari. Semoga bisa secepatnya teratasi tidak banjir seperti ini terus," terang Suparti.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mojokerto Muhammad Zaini mengatakan, ada 272 rumah warga di Desa Tempuran, Kecamatan Sooko yang terendam banjir. Rinciannya 31 rumah di Dusun Tempuran dan 241 rumah di Dusun Bekucuk.

"Berdasarkan data yang saya terima, ada 272 rumah warga yang terendam. Ini sudah yang kesekian kalinya, karena memang curah hujan yang cukup tinggi sejak awal Januari 2021 kemarin," kata Zaini.

Banjir yang merendam ratusan rumah warga ini, kata Zaini, disebabkan kondisi sungai avour Watudakon yang mengalami pendangkalan. Sehingga sungai yang membentang di dari wilayah Kabupaten Jombang hingga Mojokerto itu, tidak mampu menampung saat debit air tinggi.

"Penyebabnya adalah terjadinya pendangkalan sungai. Sehingga yang diperlukan untuk mengatasi ini yakni tanggul dan normalisasi sungai. Karena tidak ada tanggul sama sekali," kata Zaini.

Sungai avour Watudakon berada di bawah naungan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas. Sehingga persoalan normalisasi semestinya menjadi kewenangan BBWS Brantas. Meski, Zaini tak menampik jika upaya normalisasi itu sudah berjalan di beberapa titik.

"Sebagian sudah, tapi belum selesai. Akan dilanjut bulan 4 atau 5 tahun 2021. Harusnya memang ada pembangunan tanggul dari Desa Jombok, Kecamatan Kesamben, Jombang hingga Desa Tempuran. Panjangnya sekitar tiga kilometer dengan ketinggian sekitar dua meter," tandas Zaini.
(msd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Minimalisasi Banjir...
Minimalisasi Banjir Tangsel, FPSC Susur Sungai Ciputat
Cuaca Ekstrem Picu Banjir...
Cuaca Ekstrem Picu Banjir dan Angin Kencang di Sejumlah Wilayah dalam 2 Hari
Cuaca Ekstrem Masih...
Cuaca Ekstrem Masih Mengancam, Banjir dan Angin Kencang Landa Bogor hingga Pati
Cegah Banjir, 39,7 Ton...
Cegah Banjir, 39,7 Ton Sampah Diangkut dari Kali Sabi Kota Tangerang
3.517 Warga Terdampak...
3.517 Warga Terdampak Banjir di Kota Kendari, 2 Orang Meninggal Dunia
Banjir Bogor dan Jakarta:...
Banjir Bogor dan Jakarta: Alarm Keras Transformasi Tata Kota Berbasis Air
Rumah Katon Bagaskara...
Rumah Katon Bagaskara Terendam Banjir, Desak Pramono Anung Bertindak
Meksiko Akan Tenggelam...
Meksiko Akan Tenggelam Lebih Cepat Dibanding Negara Lain di Dunia
Banjir Landa Kampung...
Banjir Landa Kampung Jati Jakarta Timur di Hari Kedua Lebaran
Rekomendasi
Aroma Konspirasi Mencuat:...
Aroma Konspirasi Mencuat: Gol Dianulir Wasit, Iran Gagal Lolos Otomatis ke Fase Gugur
MEKAR Kembangkan Ekosistem...
MEKAR Kembangkan Ekosistem Pembiayaan Produktif
Galon Guna Ulang Berizin...
Galon Guna Ulang Berizin Edar BPOM dan Ber-SNI Dipastikan Aman Dipakai
Berita Terkini
3 Karyawan Percetakan...
3 Karyawan Percetakan Disekap, 2 Pelaku Ditangkap
Kunjungi Maliosewu,...
Kunjungi Maliosewu, Jokowi Jajan Es Teh Manis
Harapan Pramono Anung...
Harapan Pramono Anung di HUT ke-499 Jakarta: Warga Hidupnya Nyaman, Gampang, Bahagia, dan Mudah
Markas Judi Online Hayam...
Markas Judi Online Hayam Wuruk Mirip di Kamboja dan Myanmar
Diiringi Tanjidor, Pramono...
Diiringi Tanjidor, Pramono Anung dan Rano Karno Hadiri Malam Perayaan HUT ke-499 Jakarta
Bahas Kemajuan Desa...
Bahas Kemajuan Desa Nifasi Papua Tengah, Forum Diskusi Publik Digelar di Jaksel
Infografis
HGU 100 Tahun Dipermasalahkan,...
HGU 100 Tahun Dipermasalahkan, UU IKN Digugat Warga Dayak ke MK
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved