Lamongan-Blitar-Ngawi Dinyatakan Berstatus Zona Merah COVID-19
Kamis, 07 Januari 2021 - 10:03 WIB
loading...
Ilustrasi/SINDOnews/Dok
A
A
A
SURABAYA - Zona merah alias daerah dengan risiko tinggi penularan COVID-19 di Jawa Timur (Jatim) berkurang.
Sebelumnya, di Jatim terdapat delapan zona merah. Diantaranya, Tulungagung, Bojonegoro, Tuban, Kota Malang, Lumajang, Kota Blitar, Mojokerto dan Kota Madiun. Pada Rabu (6/1/2021) berkurang menjadi tiga. Antara lain, Kabupaten Blitar, Ngawi dan Lamongan.
Sedangkan delapan daerah yang minggu lalu masuk zona merah, kini sudah menjadi zona oranye. "Zona dengan risiko rendah atau warna kuning tidak ada di Jatim,” kata anggota Satgas Kuratif Percepatan Penanganan COVID-19 Pemprov Jatim dr Makhyan Jibril Al Farabi, Kamis (7/1/2021).
Sementara itu, data Satgas Percepatan Penanganan COVID-19 Pemprov Jatim menunjukkan, pada Rabu (6/1/2021), kasus positif COVID-19 di Jatim bertambah 845 kasus.
Sebanyak 68 dari Kota Mojokerto, 65 dari Kota Blitar, 59 dari Kota Malang, 48 dari Kota Surabaya, 40 dari Jember, 38 dari Lumajang, 37 dari Kabupaten Blitar, 33 dari Kabupaten Kediri, 31 dari Situbondo, 30 dari Ponorogo, 30 dari Nganjuk dan 29 dari Jombang.
Sebelumnya, di Jatim terdapat delapan zona merah. Diantaranya, Tulungagung, Bojonegoro, Tuban, Kota Malang, Lumajang, Kota Blitar, Mojokerto dan Kota Madiun. Pada Rabu (6/1/2021) berkurang menjadi tiga. Antara lain, Kabupaten Blitar, Ngawi dan Lamongan.
Sedangkan delapan daerah yang minggu lalu masuk zona merah, kini sudah menjadi zona oranye. "Zona dengan risiko rendah atau warna kuning tidak ada di Jatim,” kata anggota Satgas Kuratif Percepatan Penanganan COVID-19 Pemprov Jatim dr Makhyan Jibril Al Farabi, Kamis (7/1/2021).
Sementara itu, data Satgas Percepatan Penanganan COVID-19 Pemprov Jatim menunjukkan, pada Rabu (6/1/2021), kasus positif COVID-19 di Jatim bertambah 845 kasus.
Sebanyak 68 dari Kota Mojokerto, 65 dari Kota Blitar, 59 dari Kota Malang, 48 dari Kota Surabaya, 40 dari Jember, 38 dari Lumajang, 37 dari Kabupaten Blitar, 33 dari Kabupaten Kediri, 31 dari Situbondo, 30 dari Ponorogo, 30 dari Nganjuk dan 29 dari Jombang.
Lihat Juga :