Pemprov Jawa Tengah Antisipasi Penolakan Vaksin Covid-19
Rabu, 06 Januari 2021 - 17:40 WIB
loading...
A
A
A
Dalam tahap ini Jateng telah menerima 62.560 dosis vaksin untuk Covid-19 tersebut. Vaksin akan segera didistribusikan ke 35 kabupaten/kota di Jateng. Pihaknya sedang melakukan pendataan dan perlengkapan administrasi serta pengecekan-pengecekan.
Ganjar sendiri siap menjadi penerima vaksin yang pertama. "Vaksin, aku yang pertama, iya. Disiarkan live? Sakjane percaya opo ora (Sebenarnya percaya apa tidak)," kata Ganjar disinggung apakah bersedia menyiarkan langsung (live) pemberian vaksin terhadap dirinya. (Baca juga: Awas! Hoaks Vaksin Covid-19 Resahkan Warga Jawa Tengah)
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jateng, Yulianto Prabowo mengatakan, mengantisipasi adanya penolakan pemberian vaksin maka perlu dilakukan langkah. "Sosialisasi, edukasi yang bersifat persuasif. Jangan ada kesan dipaksa," kata Yuli usai rapat.
Menurut dia, penolakan biasanya muncul karena perasaan ragu-ragu. Oleh karena itu, vaksin diberikan kepada tokoh publik, hingga tokoh masyarakat supaya pihak lain yang berpotensi menolak, bisa mantap atau bersedia diberi vaksin. Saat ini, pihaknya juga tengah menunggu keputusan pusat terkait pendistribusian vaksin.
Pihaknya saat ini tengah menyiapkan diri seperti rencana mekanisme pendistribusian vaksin. Terlebih sejumlah kabupaten dan kota telah memiliki mobil vaksin sebanyak 13 unit. Jika nanti ada kabupaten yang tidak bisa mengambil, pihaknya akan mengantarnya sendiri. "Kalau tidak bisa ambil sendiri, kita antar. Itu teknis saja" ujarnya.
Ganjar sendiri siap menjadi penerima vaksin yang pertama. "Vaksin, aku yang pertama, iya. Disiarkan live? Sakjane percaya opo ora (Sebenarnya percaya apa tidak)," kata Ganjar disinggung apakah bersedia menyiarkan langsung (live) pemberian vaksin terhadap dirinya. (Baca juga: Awas! Hoaks Vaksin Covid-19 Resahkan Warga Jawa Tengah)
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jateng, Yulianto Prabowo mengatakan, mengantisipasi adanya penolakan pemberian vaksin maka perlu dilakukan langkah. "Sosialisasi, edukasi yang bersifat persuasif. Jangan ada kesan dipaksa," kata Yuli usai rapat.
Menurut dia, penolakan biasanya muncul karena perasaan ragu-ragu. Oleh karena itu, vaksin diberikan kepada tokoh publik, hingga tokoh masyarakat supaya pihak lain yang berpotensi menolak, bisa mantap atau bersedia diberi vaksin. Saat ini, pihaknya juga tengah menunggu keputusan pusat terkait pendistribusian vaksin.
Pihaknya saat ini tengah menyiapkan diri seperti rencana mekanisme pendistribusian vaksin. Terlebih sejumlah kabupaten dan kota telah memiliki mobil vaksin sebanyak 13 unit. Jika nanti ada kabupaten yang tidak bisa mengambil, pihaknya akan mengantarnya sendiri. "Kalau tidak bisa ambil sendiri, kita antar. Itu teknis saja" ujarnya.
(don)
Lihat Juga :