Alat Tes Corona Buatan Unpad-ITB, Akurasi Lebih Tinggi dan Lebih Murah
Kamis, 14 Mei 2020 - 20:02 WIB
loading...
A
A
A
"Harganya lebih murah. Kalau RDT yang selama ini beredar kan sampai Rp300.000, kalau ini maksimal hanya Rp120.000," imbuh Kang Emil.
(Baca: Antisipasi Corona, ITB dan Unpad 'Tutup Pintu' bagi Tamu dari Negara Terdampak)
Alat tes COVID-19 yang kedua yaitu tes diagnostik cepat berbasis teknik resonansi plasmon atau SPR yang fokus mendeteksi antigen, yaitu SARS-Cov-2, virus penyebab COVID-19.
Kang Emil menyatakan, SPR berbeda dengan tes swab dengan metode polymerase chain reaction (PCR). Sebab, SPR tidak memerlukan laboratorium saat menguji spesimen. Selain itu, waktu yang dibutuhkan untuk tes SPR lebih cepat dibandingkan PCR.
"Cukup laptop dan benda sebesar aki motor yang mampu menampung 8 sampel, jadi bisa dibawa kemana-mana," kata dia.
"Kita bisa mengetes langsung di pasar atau tempat lainnya dengan akurasi sama seperti PCR, harga alatnya sekitar Rp200 juta dan alatnya bisa mobile (dibawa kemana-mana)," sambungnya.
Kang Emil optimistis, dengan hadirnya rapid test 2.0, SPR, reagen PCR dari Biofarma dan ventilator buatan PT Dirgantara Indonesia dan PT Pindad, target tes masif kepada 300.000 warga Jabar dapat tercapai.
(Baca: Antisipasi Corona, ITB dan Unpad 'Tutup Pintu' bagi Tamu dari Negara Terdampak)
Alat tes COVID-19 yang kedua yaitu tes diagnostik cepat berbasis teknik resonansi plasmon atau SPR yang fokus mendeteksi antigen, yaitu SARS-Cov-2, virus penyebab COVID-19.
Kang Emil menyatakan, SPR berbeda dengan tes swab dengan metode polymerase chain reaction (PCR). Sebab, SPR tidak memerlukan laboratorium saat menguji spesimen. Selain itu, waktu yang dibutuhkan untuk tes SPR lebih cepat dibandingkan PCR.
"Cukup laptop dan benda sebesar aki motor yang mampu menampung 8 sampel, jadi bisa dibawa kemana-mana," kata dia.
"Kita bisa mengetes langsung di pasar atau tempat lainnya dengan akurasi sama seperti PCR, harga alatnya sekitar Rp200 juta dan alatnya bisa mobile (dibawa kemana-mana)," sambungnya.
Kang Emil optimistis, dengan hadirnya rapid test 2.0, SPR, reagen PCR dari Biofarma dan ventilator buatan PT Dirgantara Indonesia dan PT Pindad, target tes masif kepada 300.000 warga Jabar dapat tercapai.
Lihat Juga :