Pelaku Tawuran Dibina Ala Pesantren di Polres Pelabuhan Makassar
Selasa, 05 Januari 2021 - 19:41 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Gegara Motor, Seorang Anak di Makassar Nyaris Panah Ayah Kandungnya
"Makanya mereka ( pelaku tawuran ) ini kita ubah niat-niat dengan diisi hatinya dengan kebaikan. Yang Islam kita lakukan pendekatan salat, mengaji. Tentunya bisa menghilangkan niat-niat buruknya tadi. Itulah yang kita lakukan sekarang," ucap dia.
Alumnus akademi kepolisian tahun 2000 ini menyatakan, penjara bukan jalan keluar untuk membuat para pelanggar pidana jera. Bahkan bisa saja para pelaku mengembangkan keahlian. Misalnya kata dia, di awal ditangkap karena mencuri ayam, ketika lepas sudah bisa mencuri mobil.
"Karena dia bergaul dengan pencuri mobil, belajar lah sama itu, Jadi memang penjara itu tidak bisa mengubah orang, hanya menangguhkan perbuatan jahatnya. Ketika ditahan selama menjalani hukuman, yang tertangguh kan berbuat jahat," beber Kadarislam.
Setelah lepas dari pembinaan sebulan, lanjut Kadarislam, para pelaku tawuran tersebut akan dikontrol oleh babinkamtibmas dan polsek jajarannya. "Tiap Kamis malam juga saya ajak kumpul di sini untuk mengaji lagi. Bahkan ada yang ajak teman-temannya," paparnya.
Baca juga: Kompak Jual Sabu Sepasang Kekasih Ditangkap Polres Pelabuhan Makassar
Dia menyatakan, beberapa aspek yang diakibatkan para pelaku tawuran ini karena faktor lingkungan, tingkat emosional labil atau masih kekanak-kanakan. "Ketiga biasa hanya untuk seru-seruan, dan ini yang utama karena faktor kurangnya perhatian dari orang tua," ucap Kadarislam.
"Makanya mereka ( pelaku tawuran ) ini kita ubah niat-niat dengan diisi hatinya dengan kebaikan. Yang Islam kita lakukan pendekatan salat, mengaji. Tentunya bisa menghilangkan niat-niat buruknya tadi. Itulah yang kita lakukan sekarang," ucap dia.
Alumnus akademi kepolisian tahun 2000 ini menyatakan, penjara bukan jalan keluar untuk membuat para pelanggar pidana jera. Bahkan bisa saja para pelaku mengembangkan keahlian. Misalnya kata dia, di awal ditangkap karena mencuri ayam, ketika lepas sudah bisa mencuri mobil.
"Karena dia bergaul dengan pencuri mobil, belajar lah sama itu, Jadi memang penjara itu tidak bisa mengubah orang, hanya menangguhkan perbuatan jahatnya. Ketika ditahan selama menjalani hukuman, yang tertangguh kan berbuat jahat," beber Kadarislam.
Setelah lepas dari pembinaan sebulan, lanjut Kadarislam, para pelaku tawuran tersebut akan dikontrol oleh babinkamtibmas dan polsek jajarannya. "Tiap Kamis malam juga saya ajak kumpul di sini untuk mengaji lagi. Bahkan ada yang ajak teman-temannya," paparnya.
Baca juga: Kompak Jual Sabu Sepasang Kekasih Ditangkap Polres Pelabuhan Makassar
Dia menyatakan, beberapa aspek yang diakibatkan para pelaku tawuran ini karena faktor lingkungan, tingkat emosional labil atau masih kekanak-kanakan. "Ketiga biasa hanya untuk seru-seruan, dan ini yang utama karena faktor kurangnya perhatian dari orang tua," ucap Kadarislam.
Lihat Juga :