Manfaatkan Pasar Online, Perajin Batik Bertahan di Masa Pandemi
Kamis, 14 Mei 2020 - 21:02 WIB
loading...
Sejumlah pelaku UMKM di Kabupaten Blora Jawa Tengah ikut terdampak pandemi Corona; FOTO : IST
A
A
A
BLORA - Sejumlah pelaku usaha mikro kecil menangah (UMKM) di Kabupaten Blora Jawa Tengah ikut terdampak pandemi COVID-19. Daya beli masyarakat terus menurun, seiring melemahkan sektornya perekonomian dan pemberlakuan social distancing.
“COVID-19 ini juga berpengaruh pada sektor kerajinan batik seperti kami. Kini sudah jarang ada pembeli datang ke rumah produksi karena takut dengan wabah, mungkin juga karena social distancing,” kata perajin batik, Yanik Mariana, Kamis (14/5/2020).
Perajin batik asal Kelurahan Beran, Kecamatan Blora, Kabupaten Blora itu pun harus menciptakan inovasi agar usahanya tetap berjalan. Di antaranya adalah memanfaatkan pasar online, sehingga pembeli tak perlu datang ke tokonya.
“Meskipun begitu, kami tetap bertahan, berjualan secara online lewat media sosial. Batik karya kami, difoto dan diunggah di media sosial. Sehingga pembeli tidak perlu datang. Hal ini kita lakukan agar ekonomi tetap jalan,” ucapnya.
Pihaknya juga terus melakukan produksi batik agar tidak sampai memberhentikan karyawannya. Produksi batik dilakukan dengan mematuhi protokol kesehatan yang disampaikan oleh pemerintah.
“Kami tetap produksi. Karyawan tetap bekerja dengan memakai masker, jaga jarak dan kita beri fasilitas cuci tangan pakai sabun. Karena saat ini sedang Bulan Ramadhan, maka jam kerjanya agak dikurangi. Alhamdulillah masih bisa jalan walaupun biasanya bisa dapat 7-8 lembar, sekarang sehari hanya bisa dapat 3-5 lembar saja,” lanjut Yanik.
Menurutnya saat ini karyawan mengerjakan beberapa batik pesanan seragam kantor terlebih dahulu yang sudah jelas pembelinya. Sedangkan pembuatan kain batik untuk stok mulai dikurangi.
“COVID-19 ini juga berpengaruh pada sektor kerajinan batik seperti kami. Kini sudah jarang ada pembeli datang ke rumah produksi karena takut dengan wabah, mungkin juga karena social distancing,” kata perajin batik, Yanik Mariana, Kamis (14/5/2020).
Perajin batik asal Kelurahan Beran, Kecamatan Blora, Kabupaten Blora itu pun harus menciptakan inovasi agar usahanya tetap berjalan. Di antaranya adalah memanfaatkan pasar online, sehingga pembeli tak perlu datang ke tokonya.
“Meskipun begitu, kami tetap bertahan, berjualan secara online lewat media sosial. Batik karya kami, difoto dan diunggah di media sosial. Sehingga pembeli tidak perlu datang. Hal ini kita lakukan agar ekonomi tetap jalan,” ucapnya.
Pihaknya juga terus melakukan produksi batik agar tidak sampai memberhentikan karyawannya. Produksi batik dilakukan dengan mematuhi protokol kesehatan yang disampaikan oleh pemerintah.
“Kami tetap produksi. Karyawan tetap bekerja dengan memakai masker, jaga jarak dan kita beri fasilitas cuci tangan pakai sabun. Karena saat ini sedang Bulan Ramadhan, maka jam kerjanya agak dikurangi. Alhamdulillah masih bisa jalan walaupun biasanya bisa dapat 7-8 lembar, sekarang sehari hanya bisa dapat 3-5 lembar saja,” lanjut Yanik.
Menurutnya saat ini karyawan mengerjakan beberapa batik pesanan seragam kantor terlebih dahulu yang sudah jelas pembelinya. Sedangkan pembuatan kain batik untuk stok mulai dikurangi.
Lihat Juga :