Banyak Pedagang Pasar di Makassar Salah Kaprah soal Rapid Test Corona
Kamis, 14 Mei 2020 - 16:25 WIB
loading...
Tim Medis dari Dinas Kesehatan Makassar saat melakukan rapid test kepada pedagang pasar di Pabaeng-baeng. Foto: Sindonews/Muachtamir Zaide
A
A
A
MAKASSAR - Rapid test covid-19 secara massal di sejumlah pasar di Kota Makassar, Sulsel, memasuki hari kedua pada Kamis (14/5/2020). Hampir 2.000 pedagang yang sudah menjalani tes cepat itu. Sederet keluhan disuarakan pedagang ke PD Pasar Makassar Raya. Umumnya terkait kesalahpahaman akibat kurangnya edukasi dan kesadaran pedagang soal rapid test covid-19 .
Direktur Utama (Dirut) PD Pasar Makassar Raya , Basdir, menuturkan banyak pedagang yang salah kaprah ihwal rapid test covid-19 . Mereka umumnya berpikir setelah mengikuti tes cepat akan dibawa ke rumah sakit untuk diisolasi dan bisa saja akan langsung diinfus.
Baca Juga: 21 Pedagang di 4 Pasar Tradisional Makassar Terdeteksi Reaktif Covid-19
"Di lapangan itu kita terkendala beberapa hal, masih banyak pedagang yang salah berpikir, ya mereka mengira setelah rapid test akan langsung dikasih masuk ke rumah sakit," ujar Basdir.
Tidak sedikit pula pedagang yang berasumsi bahwa rapid test covid-19 berbahaya. Mereka mengira alat tes cepat itu menggunakan jarum yang dipakai secara berulang-ulang. Kendala lain, para pedagang enggan meninggalkan lapaknya untuk mengikuti rapid test karena khawatir dagangannya diambil orang.
Direktur Utama (Dirut) PD Pasar Makassar Raya , Basdir, menuturkan banyak pedagang yang salah kaprah ihwal rapid test covid-19 . Mereka umumnya berpikir setelah mengikuti tes cepat akan dibawa ke rumah sakit untuk diisolasi dan bisa saja akan langsung diinfus.
Baca Juga: 21 Pedagang di 4 Pasar Tradisional Makassar Terdeteksi Reaktif Covid-19
"Di lapangan itu kita terkendala beberapa hal, masih banyak pedagang yang salah berpikir, ya mereka mengira setelah rapid test akan langsung dikasih masuk ke rumah sakit," ujar Basdir.
Tidak sedikit pula pedagang yang berasumsi bahwa rapid test covid-19 berbahaya. Mereka mengira alat tes cepat itu menggunakan jarum yang dipakai secara berulang-ulang. Kendala lain, para pedagang enggan meninggalkan lapaknya untuk mengikuti rapid test karena khawatir dagangannya diambil orang.
Lihat Juga :