Kapolri Keluarkan Maklumat Terkait FPI, Akademisi UGM: Kedepankan Prinsip Humanisme
Jum'at, 01 Januari 2021 - 13:17 WIB
loading...
Kapolri Jenderal Idham Azis mengeluarkan maklumat berisi larangan penggunaan simbol dan atribut serta penghentian kegiatan FPI. Foto/Ilustrasi
A
A
A
SLEMAN - Kapolri Jenderal Idham Azis menerbitkan maklumat mengenai larangan penggunaan simbol dan atribut, serta penghentian kegiatan Front Pembela Islam (FPI) . Hal itu berdasarkan keputusan bersama Menteri Dalam Negeri (Mendagri), hingga Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT).
(Baca juga: GP Ansor Tangsel Rayu Mantan Anggota FPI Hijrah )
Ada lima isi maklumat itu. Satu di antarnya berisi masyarakat tidak mengakses, mengunggah, dan menyebarluaskan konten terkait FPI baik melalui website maupun media sosial.
Apabila ditemukan perbuatan yang bertentangan dengan maklumat ini, maka setiap anggota Polri wajib melakukan tindakan yang diperlukan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan, ataupun diskresi Kepolisian.
Mengenai hal itu, pengamat sosial UGM, Hempri Suryatno menilai hal tersebut agak terlalu berlebihan. Seharunya mengenai aturan tersebut, terlebih didahulu melakukan sosiali dan edukasi kepada masyarakat. "Saya hanya khawatir justru bisa kontraproduktif bagi pemerintah sendiri," kata Hempri, Jumat (1/1/2021).
(Baca juga: Ada Maklumat Kapolri Tentang Larangan Mengunggah Konten FPI di Medsos, Ini Sikap Dekan FH UMY )
(Baca juga: GP Ansor Tangsel Rayu Mantan Anggota FPI Hijrah )
Ada lima isi maklumat itu. Satu di antarnya berisi masyarakat tidak mengakses, mengunggah, dan menyebarluaskan konten terkait FPI baik melalui website maupun media sosial.
Apabila ditemukan perbuatan yang bertentangan dengan maklumat ini, maka setiap anggota Polri wajib melakukan tindakan yang diperlukan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan, ataupun diskresi Kepolisian.
Mengenai hal itu, pengamat sosial UGM, Hempri Suryatno menilai hal tersebut agak terlalu berlebihan. Seharunya mengenai aturan tersebut, terlebih didahulu melakukan sosiali dan edukasi kepada masyarakat. "Saya hanya khawatir justru bisa kontraproduktif bagi pemerintah sendiri," kata Hempri, Jumat (1/1/2021).
(Baca juga: Ada Maklumat Kapolri Tentang Larangan Mengunggah Konten FPI di Medsos, Ini Sikap Dekan FH UMY )
Lihat Juga :