98 Hari Mengarungi Samudera Indonesia di Tengah Pandemi COVID-19, KRI Bima Suci Pulang
Jum'at, 01 Januari 2021 - 12:59 WIB
loading...
A
A
A
Sudihartawan menjelaskan, ada 10 etape atau rute pelayaran yang dilalui oleh KRI Bima Suci dengan jarak tempuh 9.910 NM. Yaitu mulai dari Surabaya, Lampung, Padang, Sabang, Belawan, Tanjung Uban kemudian naik ke Ranai, Tarakan, Sorong , Tual, Kupang dan kembali ke Surabaya.
Kata dia, pelayaran astronomi normalnya menyeberang samudera. Tetapi karena situasi pandemi COVID-19 terpaksa dilaksanakan hanya keliling mengarungi Samudera Indonesia. "Mudah-mudahan pandemi COVID-19 segera menurun dan pelayaran kita laksanakan sampai ke luar negeri kembali," ujarnya.
![98 Hari Mengarungi Samudera Indonesia di Tengah Pandemi COVID-19, KRI Bima Suci Pulang]()
Meski dilaksanakan di dalam negeri karena pandemi COVID-19 , dan seluruh rencana kegiatan dilaksanakan secara terbatas dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat, tidak menyurutkan semangat para Taruna dan Taruni AAL melaksanakan latihan praktik KJK 2020. Hal itu justru lebih banyak ilmu yang didapat dalam pelayaran, di antaranya mengetahui batas-batas wilayah NKRI.
(Baca juga: Ada COVID-19 Jenis Baru, WNA Dilarang Masuk Indonesia, Farhan: Langkah Telat, Tapi... )
Para Taruna-Taruni AAL berkesempatan singgahi pulau-pulau terdepan dan terluar NKRI untuk menyerahkan bantuan logistik dan alat kesehatan kepada Posal dan Satgas Pamputer yaitu Pulau Rondo, Pulau Berhala, Pulau Marore, dan Pulau Miangas yang berbatasan dengan negara tetangga.
Selain itu, KRI Bima Suci dan Satlat KJK 2020 juga berkesempatan melaksanakan latihan bersama unsur-unsur lain selama pelayaran. Seperti Unsur BKO Guskamla Koarmada I di perairan Selat Malaka, dan dengan Guspurla Koarmada I di perairan Natuna Utara.
Latihan bersama juga dilaksanakan dengan Guspurla Koarmada II di perairan Karang Unarang. Latihan dengan Guspurla Koarmada II di perairan Tarakan, serta latihan dengan Guskamla Koarmada III di perairan Selat Dampir, Laut Arafuru, dan perairan Tual.
Kata dia, pelayaran astronomi normalnya menyeberang samudera. Tetapi karena situasi pandemi COVID-19 terpaksa dilaksanakan hanya keliling mengarungi Samudera Indonesia. "Mudah-mudahan pandemi COVID-19 segera menurun dan pelayaran kita laksanakan sampai ke luar negeri kembali," ujarnya.

Meski dilaksanakan di dalam negeri karena pandemi COVID-19 , dan seluruh rencana kegiatan dilaksanakan secara terbatas dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat, tidak menyurutkan semangat para Taruna dan Taruni AAL melaksanakan latihan praktik KJK 2020. Hal itu justru lebih banyak ilmu yang didapat dalam pelayaran, di antaranya mengetahui batas-batas wilayah NKRI.
(Baca juga: Ada COVID-19 Jenis Baru, WNA Dilarang Masuk Indonesia, Farhan: Langkah Telat, Tapi... )
Para Taruna-Taruni AAL berkesempatan singgahi pulau-pulau terdepan dan terluar NKRI untuk menyerahkan bantuan logistik dan alat kesehatan kepada Posal dan Satgas Pamputer yaitu Pulau Rondo, Pulau Berhala, Pulau Marore, dan Pulau Miangas yang berbatasan dengan negara tetangga.
Selain itu, KRI Bima Suci dan Satlat KJK 2020 juga berkesempatan melaksanakan latihan bersama unsur-unsur lain selama pelayaran. Seperti Unsur BKO Guskamla Koarmada I di perairan Selat Malaka, dan dengan Guspurla Koarmada I di perairan Natuna Utara.
Latihan bersama juga dilaksanakan dengan Guspurla Koarmada II di perairan Karang Unarang. Latihan dengan Guspurla Koarmada II di perairan Tarakan, serta latihan dengan Guskamla Koarmada III di perairan Selat Dampir, Laut Arafuru, dan perairan Tual.
Lihat Juga :