Waspada, Dampak Pandemi Picu Kekerasan Seksual terhadap Anak di Rumah
Jum'at, 01 Januari 2021 - 08:21 WIB
loading...
A
A
A
Sementara data dari Lembaga Perlindungan Anak Klaten, hingga akhir tahun 2020 ini ada 80 anak yang berhadapan dengan hukum.
"Banyak orang tua yang menyampaikan keluhan kepada kami sejak pandemi COVID-19 mulai. Ketika sekolah harus daring, anak-anak harus di rumah saja, ternyata anak-anak sulit membiasakan diri mengenakan masker. Mereka juga bermain layang-layang bersama rekan-rekannya di lapangan. Mereka juga belum terbiasa menjaga jarak dan mencuci tangan," kata Gotik dari LPA Klaten.
Untuk menangani beberapa kasus serius yang berhubungan masalah psikis, maka konselornya harus ahli. "Kami bekerjasama dengan Universitas Widya Dharma dan UIN Sunan Kalijaga. Bahkan konseling pun harus ada yang offline," katanya.
Kali ini ketika status Gunung Merapi menjadi Siaga, maka warga di dekat puncak Merapi menghadapi masalah. Jika mereka tetap berada di kampungnya, mereka akan berhadapan dengan awan panas.
Akan tetapi bila mereka harus mengungsi turun hingga tujuh kilometer, mereka akan menghadapi kemungkinan sebaran pandemi COVID-19.
Manajer Program Yayasan Setara Yuli Sulistyanto mengatakan anak-anak rentan di lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat.
"Banyak orang tua yang menyampaikan keluhan kepada kami sejak pandemi COVID-19 mulai. Ketika sekolah harus daring, anak-anak harus di rumah saja, ternyata anak-anak sulit membiasakan diri mengenakan masker. Mereka juga bermain layang-layang bersama rekan-rekannya di lapangan. Mereka juga belum terbiasa menjaga jarak dan mencuci tangan," kata Gotik dari LPA Klaten.
Untuk menangani beberapa kasus serius yang berhubungan masalah psikis, maka konselornya harus ahli. "Kami bekerjasama dengan Universitas Widya Dharma dan UIN Sunan Kalijaga. Bahkan konseling pun harus ada yang offline," katanya.
Kali ini ketika status Gunung Merapi menjadi Siaga, maka warga di dekat puncak Merapi menghadapi masalah. Jika mereka tetap berada di kampungnya, mereka akan berhadapan dengan awan panas.
Akan tetapi bila mereka harus mengungsi turun hingga tujuh kilometer, mereka akan menghadapi kemungkinan sebaran pandemi COVID-19.
Manajer Program Yayasan Setara Yuli Sulistyanto mengatakan anak-anak rentan di lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat.
Lihat Juga :