Ekonomi Terdampak COVID-19, Ini Cara Seniman Solo Bertahan Hidup
Kamis, 14 Mei 2020 - 10:30 WIB
loading...
Penyaluran paket sembako dari Ninja Xpress Berbagai Kasih kepada para seniman di Rumah Banjarsari, Solo, Rabu (13/5/2020). Foto/SINDOnews/Ary Wahyu Wibowo
A
A
A
SOLO - Pandemi COVID-19 sangat berdampak terhadap kondisi ekonomi para seniman di Kota Solo. Berbagai cara dilakukan untuk bertahan hidup, mulai menjadi mengamen, kuli bangunan hingga membongkar isi tabungan.
Sekretaris Bolo Seniman Seniwati Surakarta (BOS) Ika Puspita mengungkapkan, kondisi ekonomi para seniman mulai terpukul ketika Solo ditetapkan kondisi luar biasa (KLB) Corona pertengahan Maret lalu. "Job untuk manggung di berbagai acara praktis ditunda atau dibatalkan," kata Ika Puspita di sela sela menerima paket bantuan sembako dari Ninja Xpress Berbagai Kasih di Rumah Banjarsari, Solo, Rabu (13/5/2020).
Kondisi sepi job manggung atau tanggapan terus berlangsung hingga saat ini, sehingga kondisi ekonomi keluarga para seniman terkena dampaknya. Mereka pun tak bisa berdiam diri dan berupaya mencari cara untuk bertahan hidup. "Ada istilah ora obah ora mamah (kalau tidak bergerak maka tidak makan)," ucapnya.
Di antaranya ada yang mencoba berjualan online, bekerja serabutan, tukang ojek, tukang batu dadakan, hingga mengamen agar tetap mendapatkan penghasilan. Bahkan ada juga sudah terdesak secara ekonomi, terpaksa menjual barang barang yang ada di rumah hingga menguras isi tabungan guna mencukupi kebutuhan hidup.
Bagi seniman yang sudah mapan dan memiliki nama besar, tentunya tidak terlalu masalah. Namun bagi pekerja seni yang baru merintis karir atau belum terlalu terkenal, tentunya menjadi persoalan tersendiri. Sebab kondisi tabungan mereka juga tidak terlalu banyak. Ketika kondisi normal, para seniman dianggap tidak termasuk warga miskin.
Sekretaris Bolo Seniman Seniwati Surakarta (BOS) Ika Puspita mengungkapkan, kondisi ekonomi para seniman mulai terpukul ketika Solo ditetapkan kondisi luar biasa (KLB) Corona pertengahan Maret lalu. "Job untuk manggung di berbagai acara praktis ditunda atau dibatalkan," kata Ika Puspita di sela sela menerima paket bantuan sembako dari Ninja Xpress Berbagai Kasih di Rumah Banjarsari, Solo, Rabu (13/5/2020).
Kondisi sepi job manggung atau tanggapan terus berlangsung hingga saat ini, sehingga kondisi ekonomi keluarga para seniman terkena dampaknya. Mereka pun tak bisa berdiam diri dan berupaya mencari cara untuk bertahan hidup. "Ada istilah ora obah ora mamah (kalau tidak bergerak maka tidak makan)," ucapnya.
Di antaranya ada yang mencoba berjualan online, bekerja serabutan, tukang ojek, tukang batu dadakan, hingga mengamen agar tetap mendapatkan penghasilan. Bahkan ada juga sudah terdesak secara ekonomi, terpaksa menjual barang barang yang ada di rumah hingga menguras isi tabungan guna mencukupi kebutuhan hidup.
Bagi seniman yang sudah mapan dan memiliki nama besar, tentunya tidak terlalu masalah. Namun bagi pekerja seni yang baru merintis karir atau belum terlalu terkenal, tentunya menjadi persoalan tersendiri. Sebab kondisi tabungan mereka juga tidak terlalu banyak. Ketika kondisi normal, para seniman dianggap tidak termasuk warga miskin.
Lihat Juga :