ACT Jateng Fokus Bantu Keluarga Korban PHK Akibat Corona
Rabu, 13 Mei 2020 - 23:35 WIB
loading...
A
A
A
Sementara, tim ACT tengah mempersiapkan 1.000 paket bantuan kepada keluarga yang mengalami PHK di Jawa Tengah. Bantuannya pun beragam, mulai dari beras wakaf, sembako, hingga bekal pemberdayaan masyarakat.
"Mengapa kita berfokus kepada keluarga yang ter-PHK? Satu hal yang paling jelas mereka adalah masyarakat yang masih sangat produktif. Oleh sebab itu stimulus bantuan modal usaha dan juga pelatihan skill akan kita kembangkan supaya masyarakat yang ter-PHK dapat terberdayakan di situasi susah mencari pekerjaan ini," kata Giyanto.
Sementara itu, Psikolog Undip Darosy Endah mengajak para pekerja korban PHK untuk tetap menjaga kehormatan keluarga dan selalu optimis menghadapi pandemi. "Keluarga adalah zona terkecil dalam kehidupan sosial, saya imbau untuk para orang tua untuk menjaga pola stress karena pengaruhnya akan sangat besar bagi psikologis anak-anak," ujar Darosy.
"Mari ciptakan suasana dalam rumah untuk perbanyak ibadah, yakin setiap musibah pasti ada hikmah. Mari kita bangun kekokohan mental, sehingga tidak ada lagi kasus pencurian, perampokan hingga penjarahan dengan motif sulitnya mencukupi kebutuhan pokok akibat pendemi ini," katanya.
"Mengapa kita berfokus kepada keluarga yang ter-PHK? Satu hal yang paling jelas mereka adalah masyarakat yang masih sangat produktif. Oleh sebab itu stimulus bantuan modal usaha dan juga pelatihan skill akan kita kembangkan supaya masyarakat yang ter-PHK dapat terberdayakan di situasi susah mencari pekerjaan ini," kata Giyanto.
Sementara itu, Psikolog Undip Darosy Endah mengajak para pekerja korban PHK untuk tetap menjaga kehormatan keluarga dan selalu optimis menghadapi pandemi. "Keluarga adalah zona terkecil dalam kehidupan sosial, saya imbau untuk para orang tua untuk menjaga pola stress karena pengaruhnya akan sangat besar bagi psikologis anak-anak," ujar Darosy.
"Mari ciptakan suasana dalam rumah untuk perbanyak ibadah, yakin setiap musibah pasti ada hikmah. Mari kita bangun kekokohan mental, sehingga tidak ada lagi kasus pencurian, perampokan hingga penjarahan dengan motif sulitnya mencukupi kebutuhan pokok akibat pendemi ini," katanya.
(abd)
Lihat Juga :