Pandemi Corona, Mirsya Ajak UKM Lakukan Kolaborasi dan Inovasi
Rabu, 13 Mei 2020 - 22:14 WIB
loading...
A
A
A
Merujuk hal tersebut, Mirsya mengajak pelaku usaha lainnya untuk bergabung dalam kolaborasi kreatif. Sehingga hantaran Lebaran menjadi lebih beragam. Tidak hanya kue Lebaran dan kudapan sehat tanpa MSG dari Mamaberry Chips Gourmet, tetapi ada juga perlengkapan salat dari RiaMiranda & Ultimate U, serta didukung oleh Sahaja - produk perlindungan higienis untuk di rumah. "Program ini bukan hampers pada umumnya, ada semangat nilai kebaikan dan optimisme yang diusung, jadi bukan hanya cantik, perajin tas anyaman juga tersejahterakan," tutup Mirsya.
Penganyam tas asal Ponorogo, Binti,45, mengaku terbantu atas pesanan tas dari Mirsya. Penghasilan dari mengerjakan tas anyaman, kata dia, dapat menutup penghasilan selama menunggu masa panen padi yang berlangsung selama tiga bulan sekali.
"Saya merasa terbantu sekali dengan adanya orderan dari Mbak Mirsya. Untuk keseharian, saya hanya mengandalkan hasil panen tiga bulan sekali, tapi setelah adanya orderan yang bagi kami jumlahnya banyak sekali ini, sehingga bantu pendapatan kami saat masa tidak panen," ungkap Binti.
Senada, Lulu,38, Ibu Rumah Tangga (IRT) menyampaikan kolaborasi yang terjalin menghidupkan geliat usaha di lingkungannya. Puluhan ibu rumah tangga dan para remaja di kampungnya kini dapat lebih produktif dengan membuat tas anyaman. “Kalau biasanya tas anyaman itu dijual ke pasar, jadi permintaannya tidak begitu banyak, hanya sebatas tas hajatan, sembako dan tas belanja biasa. Tapi setelah Mba Mirsya order banyak, saya coba berikan pelatihan ke anak-anak remaja dan ibu rumah tangga," ungkap Lulu.
Dari 10 penganyam, sambung dia, sekarang sudah menjadi 30 penganyam aktif. Dia menyebut, saat ini sudah kali ketiga Mamaberry memberikan kepercayaan pada masyarakat untuk mengerjakan hampersnya. ”Kami benar-benar terbantu dan bersyukur sekali bisa bekerjasama karena bisa meningkatkan perekonomian kami semua," jelasnya.
Penganyam tas asal Ponorogo, Binti,45, mengaku terbantu atas pesanan tas dari Mirsya. Penghasilan dari mengerjakan tas anyaman, kata dia, dapat menutup penghasilan selama menunggu masa panen padi yang berlangsung selama tiga bulan sekali.
"Saya merasa terbantu sekali dengan adanya orderan dari Mbak Mirsya. Untuk keseharian, saya hanya mengandalkan hasil panen tiga bulan sekali, tapi setelah adanya orderan yang bagi kami jumlahnya banyak sekali ini, sehingga bantu pendapatan kami saat masa tidak panen," ungkap Binti.
Senada, Lulu,38, Ibu Rumah Tangga (IRT) menyampaikan kolaborasi yang terjalin menghidupkan geliat usaha di lingkungannya. Puluhan ibu rumah tangga dan para remaja di kampungnya kini dapat lebih produktif dengan membuat tas anyaman. “Kalau biasanya tas anyaman itu dijual ke pasar, jadi permintaannya tidak begitu banyak, hanya sebatas tas hajatan, sembako dan tas belanja biasa. Tapi setelah Mba Mirsya order banyak, saya coba berikan pelatihan ke anak-anak remaja dan ibu rumah tangga," ungkap Lulu.
Dari 10 penganyam, sambung dia, sekarang sudah menjadi 30 penganyam aktif. Dia menyebut, saat ini sudah kali ketiga Mamaberry memberikan kepercayaan pada masyarakat untuk mengerjakan hampersnya. ”Kami benar-benar terbantu dan bersyukur sekali bisa bekerjasama karena bisa meningkatkan perekonomian kami semua," jelasnya.
(cip)
Lihat Juga :