Pilkada Medan Diprediksi Tak Berujung ke MK
Minggu, 13 Desember 2020 - 19:53 WIB
loading...
A
A
A
“Khusus Pemilihan Bupati/Wali Kota dengan jumlah lebih dari 1 juta jiwa, bisa mengajukan gugatan bila selisih perolehan suara paling banyak sebesar 0,5 persen dari total suara sah. Sedangkan selisih antara Bobby dan Akhyar mencapai 8%,” tuturnya.
Adapun faktor keduanya, lanjut dia, pasangan calon nomor urut 1 Akhyar – Salman telah mengakui keunggulan penantangnya Bobby – Aulia lewat press conference yang diadakan di Posko pemenangan AMAN (Akhyar Salman) di Jalan Sudirman, Medan (10/12). Pasangan nomor urut 1 itu mengakui tidak unggul dalam Pilkada tahun ini.
“Pengakuan terbuka ini merupakan indikasi bahwa paslon Akhyar-Salman tidak akan mengajukan sengketa ke MK. Pengakuan secara terbuka semacam ini biasanya di tempat lain menunjukan indikasi bahwa paslon yang kalah tidak akan melanjutkan proses di MK, apalagi selisihnya melebihi syarat yang diatur perundang-undangan,” ujar Qodari. (Baca: Jembatan Gantung di Lebak Ambruk, Akses Penyeberangan Terputus).
Pada pernyataan terbuka tersebut, Akhyar juga menduga adanya invisible hand yang menyebabkan keunggulan Bobby-Aulia dalam Pilkada Kota Medan. Akan tetapi, Akhyar tidak menjelaskan lebih detail apa yang di maksud sebagai invisible hand itu.
Menanggapi hal tersebut, Qodari melihat bahwa invisible hand yang disebut Akhyar tersebut adalah rakyat Medan itu sendiri. “Karena siapa yang dipilh dalam pilkada di Kota Medan adalah hak prerogatif rakyat Medan itu sendiri untuk menentukan,” pungkasnya.
Adapun faktor keduanya, lanjut dia, pasangan calon nomor urut 1 Akhyar – Salman telah mengakui keunggulan penantangnya Bobby – Aulia lewat press conference yang diadakan di Posko pemenangan AMAN (Akhyar Salman) di Jalan Sudirman, Medan (10/12). Pasangan nomor urut 1 itu mengakui tidak unggul dalam Pilkada tahun ini.
“Pengakuan terbuka ini merupakan indikasi bahwa paslon Akhyar-Salman tidak akan mengajukan sengketa ke MK. Pengakuan secara terbuka semacam ini biasanya di tempat lain menunjukan indikasi bahwa paslon yang kalah tidak akan melanjutkan proses di MK, apalagi selisihnya melebihi syarat yang diatur perundang-undangan,” ujar Qodari. (Baca: Jembatan Gantung di Lebak Ambruk, Akses Penyeberangan Terputus).
Pada pernyataan terbuka tersebut, Akhyar juga menduga adanya invisible hand yang menyebabkan keunggulan Bobby-Aulia dalam Pilkada Kota Medan. Akan tetapi, Akhyar tidak menjelaskan lebih detail apa yang di maksud sebagai invisible hand itu.
Menanggapi hal tersebut, Qodari melihat bahwa invisible hand yang disebut Akhyar tersebut adalah rakyat Medan itu sendiri. “Karena siapa yang dipilh dalam pilkada di Kota Medan adalah hak prerogatif rakyat Medan itu sendiri untuk menentukan,” pungkasnya.
(nag)
Lihat Juga :