Pilkada Medan Diprediksi Tak Berujung ke MK

Minggu, 13 Desember 2020 - 19:53 WIB
loading...
Pilkada Medan Diprediksi...
Direktur Eksekutif Indo Barometer Muhammad Qodari meyakini bahwa hasil Pilkada Kota Medan 2020 tidak bakal diwarnai gugatan ke Mahkamah Konstitusi (MK). Ilustrasi/SINDOnews
A A A
MEDAN - Direktur Eksekutif Indo Barometer Muhammad Qodari meyakini bahwa hasil Pilkada Kota Medan 2020 tidak bakal diwarnai gugatan ke Mahkamah Konstitusi (MK). Dia pun membeberkan dua faktor yang mendasarinya.

“Pertama selisih suara antara Bobby – Aulia dan Akhyar - Salman mencapai sekitar 8%. Sementara Peraturan MK Nomor 6 Tahun 2020 menyebutkan gugatan Pilkada Kabupaten/Kota bisa dilakukan jika selisih persentase perolehan suara antara 0,5% sampai dengan 2% tergantung jumlah penduduk,” ujar Qodari, Minggu (13/12/2020).

Dia menuturkan selisih 8% tersebut didasarkan pada hasil quick real count oleh Indo Barometer yang menunjukkan pasangan Bobby Nasution – Aulia Rahman sebesar 398.356 suara atau (54,11%) dibanding dengan Akhyar Salman 337.806 suara (45,89%), posisi data masuk sebesar 98,84%.

Sebagai perbandingan, data Sirekap Komisi Pemilihan Umum (KPU) menunjukkan posisi data masuk 75,04% dimana Pasangan Bobby - Aulia mendapat 53,9% dan Akhyar - Salman mendapat 46,1%.

Dia melanjutkan, jumlah penduduk Kota Medan berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2019 sebanyak 2.264.145 penduduk. Merujuk Lampiran V Peraturan MK Nomor 6 Tahun 2020 tentang Beracara Dalam Perselisihan Hasil Pemilihan, untuk Pilkada Kota Medan selisihnya harus kurang atau sama dengan 0,5% dari total suara sah.

“Khusus Pemilihan Bupati/Wali Kota dengan jumlah lebih dari 1 juta jiwa, bisa mengajukan gugatan bila selisih perolehan suara paling banyak sebesar 0,5 persen dari total suara sah. Sedangkan selisih antara Bobby dan Akhyar mencapai 8%,” tuturnya.

Adapun faktor keduanya, lanjut dia, pasangan calon nomor urut 1 Akhyar – Salman telah mengakui keunggulan penantangnya Bobby – Aulia lewat press conference yang diadakan di Posko pemenangan AMAN (Akhyar Salman) di Jalan Sudirman, Medan (10/12). Pasangan nomor urut 1 itu mengakui tidak unggul dalam Pilkada tahun ini.

“Pengakuan terbuka ini merupakan indikasi bahwa paslon Akhyar-Salman tidak akan mengajukan sengketa ke MK. Pengakuan secara terbuka semacam ini biasanya di tempat lain menunjukan indikasi bahwa paslon yang kalah tidak akan melanjutkan proses di MK, apalagi selisihnya melebihi syarat yang diatur perundang-undangan,” ujar Qodari. (Baca: Jembatan Gantung di Lebak Ambruk, Akses Penyeberangan Terputus).

Pada pernyataan terbuka tersebut, Akhyar juga menduga adanya invisible hand yang menyebabkan keunggulan Bobby-Aulia dalam Pilkada Kota Medan. Akan tetapi, Akhyar tidak menjelaskan lebih detail apa yang di maksud sebagai invisible hand itu.

Menanggapi hal tersebut, Qodari melihat bahwa invisible hand yang disebut Akhyar tersebut adalah rakyat Medan itu sendiri. “Karena siapa yang dipilh dalam pilkada di Kota Medan adalah hak prerogatif rakyat Medan itu sendiri untuk menentukan,” pungkasnya.
(nag)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Golkar Brebes Berkomitmen...
Golkar Brebes Berkomitmen Kawal Kebijakan Mitha-Wurja
Paslon Usungan Perindo...
Paslon Usungan Perindo Alexander Wilyo-Jamhuri Amir Klaim Menang 53,24% di Pilkada Ketapang
Data Masuk 100 Persen,...
Data Masuk 100 Persen, Ini Hasil Quick Count Indikator Politik di Pilkada OKI
Bobby Unggul Quick Count,...
Bobby Unggul Quick Count, Komentar Enteng Jokowi: Yang Kalah Coba 5 Tahun Lagi
Hasil Quick Count Indikator...
Hasil Quick Count Indikator Pilbup Indramayu: Lucky Hakim 67,12 Persen
Hasil Hitung Cepat Terkini...
Hasil Hitung Cepat Terkini 6 Pilgub Luar Jawa Versi Indikator Politik
Quick Count Indikator...
Quick Count Indikator Politik di Pilkada Depok, Supian Suri Unggul di 9 Wilayah
Pilkada Kabupaten Bekasi,...
Pilkada Kabupaten Bekasi, PDIP Dorong KPUD Hitung Berdasarkan Dokumen C Hasil di Sirekap
Ridwan Kamil Minta Semua...
Ridwan Kamil Minta Semua Pihak Tunggu Keputusan Resmi KPU 15 Desember 2024
Rekomendasi
PLN EPI Targetkan Pengembangan...
PLN EPI Targetkan Pengembangan Bio-CNG Berbasis Limbah Sawit Dukung Transisi Energi
Prihatin Kasus Korupsi...
Prihatin Kasus Korupsi di BGN, Hasto PDIP: Suara Kritis Masyarakat Sudah Mengungkapkan Hal Itu
IHSG dan Rupiah Tertekan,...
IHSG dan Rupiah Tertekan, Pasar Uji Kredibilitas Sistem Keuangan Indonesia
Berita Terkini
3 Yayasan Sah di Bawah...
3 Yayasan Sah di Bawah UIN Jakarta, Pengacara: Klaim Sepihak Akan Berdampak Hukum
Imigrasi Semarang Bongkar...
Imigrasi Semarang Bongkar Praktik Love Scamming, Tangkap 4 WNA China
Keluhkan Bongkar Muat...
Keluhkan Bongkar Muat Batu Bara di Laut, Nelayan Pulau Ampel: Jadi Susah Tangkap Ikan
Makin Fleksibel! Keliling...
Makin Fleksibel! Keliling Dunia Nggak Masalah, Daftar BRImo Kini Bisa dari 15 Negara
Bhakti TNI, Satgas Yonif...
Bhakti TNI, Satgas Yonif 631/Antang Bangun MCK di Dagai Puncak Jaya
Wujudkan Desa Mandiri,...
Wujudkan Desa Mandiri, BRI Peduli Dorong Wisata dan Edukasi Berbasis Masyarakat di Ketapanrame
Infografis
7 Perang Besar di Selat...
7 Perang Besar di Selat Malaka, dari Jalur Rempah hingga Medan Tempur Kekuatan Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved