Nitilaku Memperkuat Sinergi Kampus, Keraton, Kampung dan Komunitas serta Korporasi
Minggu, 13 Desember 2020 - 16:59 WIB
loading...
A
A
A
“Semoga Universitas Gadjah Mada dapat menjadi institusi pendidikan yang selalu berpijak pada nilai-nilai luhur kebudayaan dan kerakyatan namun tetap dapat menjadi yang terbaik di ranah global,” imbuhnya.
Alumnus Fakultas Teknik UGM ini mengutarakan peran serta dan pengabdian Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada (KAGAMA) yang sedang menduduki amanah posisi strategis juga dapat dirasakan di berbagai bidang.
“Ada Bapak Ganjar Pranowo, Bapak Mahfud MD, Bapak Basuki Hadimuljono, termasuk saya, dan tentu saja Bapak Presiden Ir. Joko Widodo. Semua alumni UGM dididik untuk bersinergi dengan komponen bangsa lainnya demi membangun Indonesia menjadi lebih baik,” ujar Airlangga.
Nilai-nilai sinergi UGM kata dia dikenal dengan Sinergi 5K terus dapat dirasakan hingga saat ini. Terbukti dengan peringatan Nitilaku UGM yang dilaksanakan sejak tahun 2012 hingga tahun lalu digelar dengan sangat meriah, dengan pawai-pawai yang tidak hanya melibatkan akademisi UGM saja, namun juga diikuti oleh seluruh lapisan masyarakat. Namun, dengan dihadapkan pandemi Covid-19, Nitilaku Perguruan Kebangsaan Tahun 2020 dilaksanakan secara virtual, meski tidak mengurangi khidmat dari peringatan ini.
Airlangga mengutarakan makna dari peringatan Nitilaku untuk mengingat kembali awal mula lahirnya UGM, yang tidak terlepas dari peran penting Keraton Yogyakarta dan para pendiri bangsa. Pada tahun 1949, Ir. Soekarno, Sri Sultan Hamengku Buwono IX, serta sejumlah tokoh ingin meningkatkan kualitas SDM Indonesia yang waktu itu baru merdeka, untuk dapat lebih banyak mendapatkan pendidikan sarjana. “Pada waktu itu, para tokoh nasional ingin mendirikan perguruan tinggi di Indonesia, khususnya di Yogyakarta, namun terkendala tidak ada tempat perkuliahan,” kata Airlangga. (Baca: Kejang-kejang Saat Naik Perahu, Pria Ini Jatuh dan Tewas Tenggelam di Sungai).
Alumnus Fakultas Teknik UGM ini mengutarakan peran serta dan pengabdian Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada (KAGAMA) yang sedang menduduki amanah posisi strategis juga dapat dirasakan di berbagai bidang.
“Ada Bapak Ganjar Pranowo, Bapak Mahfud MD, Bapak Basuki Hadimuljono, termasuk saya, dan tentu saja Bapak Presiden Ir. Joko Widodo. Semua alumni UGM dididik untuk bersinergi dengan komponen bangsa lainnya demi membangun Indonesia menjadi lebih baik,” ujar Airlangga.
Nilai-nilai sinergi UGM kata dia dikenal dengan Sinergi 5K terus dapat dirasakan hingga saat ini. Terbukti dengan peringatan Nitilaku UGM yang dilaksanakan sejak tahun 2012 hingga tahun lalu digelar dengan sangat meriah, dengan pawai-pawai yang tidak hanya melibatkan akademisi UGM saja, namun juga diikuti oleh seluruh lapisan masyarakat. Namun, dengan dihadapkan pandemi Covid-19, Nitilaku Perguruan Kebangsaan Tahun 2020 dilaksanakan secara virtual, meski tidak mengurangi khidmat dari peringatan ini.
Airlangga mengutarakan makna dari peringatan Nitilaku untuk mengingat kembali awal mula lahirnya UGM, yang tidak terlepas dari peran penting Keraton Yogyakarta dan para pendiri bangsa. Pada tahun 1949, Ir. Soekarno, Sri Sultan Hamengku Buwono IX, serta sejumlah tokoh ingin meningkatkan kualitas SDM Indonesia yang waktu itu baru merdeka, untuk dapat lebih banyak mendapatkan pendidikan sarjana. “Pada waktu itu, para tokoh nasional ingin mendirikan perguruan tinggi di Indonesia, khususnya di Yogyakarta, namun terkendala tidak ada tempat perkuliahan,” kata Airlangga. (Baca: Kejang-kejang Saat Naik Perahu, Pria Ini Jatuh dan Tewas Tenggelam di Sungai).
Lihat Juga :