Dokter Siloam Hospitals Raih Dua Penghargaan MURI
Jum'at, 11 Desember 2020 - 20:55 WIB
loading...
A
A
A
“Tantangan terbesar yang dihadapi dalam menangani kasus penyakit Epilepsi ini adalah bagaimana membuat pasiennya menjadi kooperatif, karena pasiennya masih muda, kejang yang berulang-ulang dan resisten. Sehingga kondisinya kurang stabil dan mengakibatkan sulitnya berkomunikasi apalagi jika Epilepsinya sedang kambuh,” kata dokter yang sering disapa dengan sebutan dokter Made ini.
Namun seiring berjalannya waktu, kata dia, akhirnya pasiennya sudah dapat menyesuaikan diri. Sedangkan untuk kasus Tourrette Sindrome pasien sangat kooperatif, sehingga memudahkan saya dan tim yang lain dalam melakukan tindakan, tapi kesulitannya justru pada saat tindakan untuk menemukan titik Tourrette Sindrome yang akan distimulasi, karena ada pemasangan chip khusus dibagian dalam otak.
“Apalagi di Indonesia tindakan ini belum pernah dilakukan, sehingga kami harus sangat berhati-hati,” ujar dia.
Harapannya kedua operasi yang telah berhasil dilakukan ini menjadi tonggak untuk dunia kedokteran, khususnya bedah saraf. Dimana ini menjadi batu loncatan karena saat ini sudah ada alternatif pengobatan untuk pasien-pasien dengan kasus epilepsi yang sudah kronis.
Hal ini juga berlaku sama untuk pasien dengan tourrette syndrome, dimana saat ini mungkin banyak masyarakat yang belum tahu alternatif pengobatan untuk penyakit ini, dengan hasil yang nyata.
Namun seiring berjalannya waktu, kata dia, akhirnya pasiennya sudah dapat menyesuaikan diri. Sedangkan untuk kasus Tourrette Sindrome pasien sangat kooperatif, sehingga memudahkan saya dan tim yang lain dalam melakukan tindakan, tapi kesulitannya justru pada saat tindakan untuk menemukan titik Tourrette Sindrome yang akan distimulasi, karena ada pemasangan chip khusus dibagian dalam otak.
“Apalagi di Indonesia tindakan ini belum pernah dilakukan, sehingga kami harus sangat berhati-hati,” ujar dia.
Harapannya kedua operasi yang telah berhasil dilakukan ini menjadi tonggak untuk dunia kedokteran, khususnya bedah saraf. Dimana ini menjadi batu loncatan karena saat ini sudah ada alternatif pengobatan untuk pasien-pasien dengan kasus epilepsi yang sudah kronis.
Hal ini juga berlaku sama untuk pasien dengan tourrette syndrome, dimana saat ini mungkin banyak masyarakat yang belum tahu alternatif pengobatan untuk penyakit ini, dengan hasil yang nyata.
(nth)
Lihat Juga :