Maksimal 45 Tahun Boleh Bekerja, Epidemiolog: Yang Sakit Akan Bertambah

Selasa, 12 Mei 2020 - 18:25 WIB
loading...
Maksimal 45 Tahun Boleh...
Foto/ilustrasi.istimewa
A A A
JAKARTA -
Pemerintah dinilai mengambil risiko besar jika memperbolehkan orang berusia 45 tahun ke bawah beraktivitas kembali ketika pandemi masih berlangsung. Sebab hal itu memperbesar peluang penularan virus Corona.

Pakar epidemiologi Tri Yunis Miko Wahyono mengatakan tak bisa dipungkiri kebijakan pelonggaran ini lebih mengedepankan pertimbangan ekonomi. Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) membuat masyarakat lebih banyak di rumah dan banyak perusahaan atau pabrik tidak beroperasi.

”Pertimbangan pemerintah mau membuka lapangan pekerjaan lagi agar pertumbuhan ekonominya tidak anjlok atau minus,” ujar Tri Yunis saat dihubungi SINDOnews.

(Baca: Klaim Sukses, Jabar Bersiap Longgarkan Pembatasan Sosial)

Meskipun begitu, Tri Yunis mengingatkan bahwa pelonggaran membuat pergerakan orang kembali tinggi. Sementara, semakin banyak populasi yang bergerak, maka kemungkinan penularannya meningkat. Dia memprediksi penyebaran Corona mungkin akan sulit berakhir jika kebijakannya seperti ini.

Dosen Universitas Indonesia (UI) itu menilai pembukaan dan izin bekerja untuk orang berusia 45 tahun ke bawah ini berisiko dalam meningkatkan penularan Corona. Pemerintah sebaiknya memilih atau selektif dalam menentukan sektor mana saja yang akan dibuka.

Setelah itu, pemerintah melakukan survei atau tes polymerase chain reaction (PCR) terhadap pekerja di sektor yang akan dibuka. Seberapa besar orang yang positif dan negatif COVID-19 dari tes itu menjadi pertimbangan untuk pembukaan.

Tri Yunis meragukan protokol kesehatan, seperti menggunakan masker, menjaga jarak, dan rajin cuci tangan bisa dilakukan konsisten oleh para pekerja. Belum lagi risiko mereka tertular di jalan atau transportasi umum.

Melonggarkan dan membiarkan masyarakat beraktivitas di tengah pandemi COVID-19 ini seperti mengarah pada herd immunity atau kekebalan kelompok. Menurut Tri Yuni itu terlalu berisiko karena akan mengakibatkan banyak korban. “Yang sakit tidak akan berkurang, malah bertambah,” ucapnya.

(Baca: Disetujui Menkes, PSBB Jawa Barat Berlaku Mulai 6 Mei 2020)

Dia tidak setuju dengan pertimbangan pemerintah bahwa orang berusia 45 tahun ke bawah memiliki imunitas kuat dari COVID-19. Faktanya, ada banyak orang berusia di bawah 40 tahun yang terpapar COVID-19 dan meninggal dunia.

“Kita mau gambling. Gimana kalau ada panyakit penyerta? Misal hipertensi sama aja itu fatal. Bukan Cuma usia saja, tapi (lihat) penyakit penyerta juga. Membuka keran mobilitas itu sama saja membuka keran infeksi COVID-19,” pungkasnya.
(muh)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Masih Ada Kasus COVID-19,...
Masih Ada Kasus COVID-19, Gubernur Banten Putuskan PSBB Tahap Ke-9
Terjepit di Antara Wilayah...
Terjepit di Antara Wilayah PSBB, Purwakarta Lanjutkan Adaptasi Kebiasaan Baru
Waduh, Gugus Tugas COVID-19...
Waduh, Gugus Tugas COVID-19 Subang Tak Tahu Wilayahnya Masuk Daftar PSBB
Cegah Penularan COVID-19,...
Cegah Penularan COVID-19, Gubernur Bali Perluas Pembatasan Kegiatan Masyarakat
Ikut Kena PSBB, Gubernur...
Ikut Kena PSBB, Gubernur Bali: Kurang Pas Bali Disebut Berkontribusi Penambahan COVID-19
Jelang PSBB di Surabaya...
Jelang PSBB di Surabaya dan Malang, Ini Harapan Driver Online
Satpol PP Disiplinkan...
Satpol PP Disiplinkan Masyarakat, Anies: Sapa Mereka dengan Hati, Tegur dengan Hati
Cuma Ganti Istilah,...
Cuma Ganti Istilah, Rizal Ramli: Lockdown Solusi Sesuai Konstitusi Atasi Pandemi Covid
Daripada PPKM Darurat,...
Daripada PPKM Darurat, Mending Lockdown 14 Hari dan Siapkan Subsidi Gaji Rp5 Juta
Rekomendasi
4 Fakta Pembunuhan WNI...
4 Fakta Pembunuhan WNI di Hokkaido, Tersangka Sudah Berniat Habisi Korban
Edukasi Holistik Nikotin...
Edukasi Holistik Nikotin Ungkap Fakta Ini
Penampakan 2 Tersangka...
Penampakan 2 Tersangka Kasus Kuota Haji Kenakan Rompi Oranye KPK
Berita Terkini
Tarif Transjabodetabek...
Tarif Transjabodetabek Blok M-Bandara Soetta Disesuaikan, Pramono: Naik Transportasi Lain di Atas Rp100 Ribu
Liburan ke China Makin...
Liburan ke China Makin Praktis, Kini Bisa Tinggal Scan Pakai QRIS Cross-Border BRImo!
Ribuan Masyarakat Antusias...
Ribuan Masyarakat Antusias Ikuti Breakfast Jakarta Bersih di Kemendikdasmen
Mulai Roadshow Konsolidasi...
Mulai Roadshow Konsolidasi dari Klungkung, Perindo Bali Bidik Lolos Verifikasi 100%
Suhud Alynudin Dilantik...
Suhud Alynudin Dilantik Jadi Ketua DPRD DKI Jakarta
Wali Kota Tangsel Dorong...
Wali Kota Tangsel Dorong Koperasi Merah Putih Jadi Penggerak UMKM-Ekonomi Kerakyatan
Infografis
Negara NATO Ini Klaim...
Negara NATO Ini Klaim akan Diinvasi Rusia dalam Beberapa Tahun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved