Gubernur Nova Lepas Ekspor Kopi Gayo ke Pasar Global
Kamis, 03 Desember 2020 - 21:42 WIB
loading...
A
A
A
"Kita harus tatap bekerja keras, secara angka ekspor kita masih kecil, di sisi lain lahan tanam kopi kita juga masih kecil,"kata Nova.
Dalam kesempatan itu, Nova menyampaikan gagasanya agar produksi kopi Gayo tidak hanya dilakukan oleh masyarakat saja. Menurutnya, produksi kopi Gayo perlu dilakukan dengan skema industrialisasi. Dengan demikian produktivitas kopi lebih meningkat dan pada akhirnya juga akan menambah jumlah ekspor ke mancanegara.
"Pemerintah Aceh mendukung secara total agar peningkatan ekspor ini terus terjadi. Dan benar komoditas ekspor perlu kita perbanyak keberadaannya. Selain kopi, kita punya komoditas lainnya seperti ikan tuna, CPO, atsiri dan lainnya,"ujar Nova.
"Kopi Gayo memang berada di level yang sangat tinggi. Kopi ini adalah kopi yang bergengsi dan premium. Ketika meminum kita berada di kelas yang atas,"ujar Gubernur.
Nova berharap, generasi muda Aceh dapat menjadi generasi yang memiliki jiwa kewirausahaan. Ia mengatakan, anak muda harus menjadi generasi membangun dan memberi perubahan, utamanya dalam membangun ekonomi Aceh.
Nova mengatakan, Pemerintah Aceh memiliki komitmen tinggi untuk mendukung keberadaan dunia usaha. Oleh sebab itu, ia meminta kepada pelaku usaha untuk menyampaikan segala kendala yang dialami kepada pihak pemerintah. Pemerintah, kata dia, merupakan regulator yang harus memberikan pelayanan terbaik bagi semua pihak.
Staf Ahli Bidang Hubungan Internasional Kementerian Perdagangan dan Perindustrian RI, Arlinda Imbang Jaya, mengatakan, Aceh menjadi salah satu daerah yang berkontribusi terhadap nilai ekspor nasional. Saat ini Aceh berada di peringkat ke 29 daerah yang melakukan aktivitas ekspor. Ia berharap, dunia usaha di Aceh dapat terus meningkatkan ekspornya.
"Kami menyadari dan memahami banyak potensi yang dimiliki Aceh, tidak hanya kopi, ada batubara, minyak atsiri, sawit, kacang-kacangan, dan juga potensi perikanan yang besar," kata Arlinda.
Dalam kesempatan itu, Nova menyampaikan gagasanya agar produksi kopi Gayo tidak hanya dilakukan oleh masyarakat saja. Menurutnya, produksi kopi Gayo perlu dilakukan dengan skema industrialisasi. Dengan demikian produktivitas kopi lebih meningkat dan pada akhirnya juga akan menambah jumlah ekspor ke mancanegara.
"Pemerintah Aceh mendukung secara total agar peningkatan ekspor ini terus terjadi. Dan benar komoditas ekspor perlu kita perbanyak keberadaannya. Selain kopi, kita punya komoditas lainnya seperti ikan tuna, CPO, atsiri dan lainnya,"ujar Nova.
"Kopi Gayo memang berada di level yang sangat tinggi. Kopi ini adalah kopi yang bergengsi dan premium. Ketika meminum kita berada di kelas yang atas,"ujar Gubernur.
Nova berharap, generasi muda Aceh dapat menjadi generasi yang memiliki jiwa kewirausahaan. Ia mengatakan, anak muda harus menjadi generasi membangun dan memberi perubahan, utamanya dalam membangun ekonomi Aceh.
Nova mengatakan, Pemerintah Aceh memiliki komitmen tinggi untuk mendukung keberadaan dunia usaha. Oleh sebab itu, ia meminta kepada pelaku usaha untuk menyampaikan segala kendala yang dialami kepada pihak pemerintah. Pemerintah, kata dia, merupakan regulator yang harus memberikan pelayanan terbaik bagi semua pihak.
Staf Ahli Bidang Hubungan Internasional Kementerian Perdagangan dan Perindustrian RI, Arlinda Imbang Jaya, mengatakan, Aceh menjadi salah satu daerah yang berkontribusi terhadap nilai ekspor nasional. Saat ini Aceh berada di peringkat ke 29 daerah yang melakukan aktivitas ekspor. Ia berharap, dunia usaha di Aceh dapat terus meningkatkan ekspornya.
"Kami menyadari dan memahami banyak potensi yang dimiliki Aceh, tidak hanya kopi, ada batubara, minyak atsiri, sawit, kacang-kacangan, dan juga potensi perikanan yang besar," kata Arlinda.
Lihat Juga :