Kampus Ubaya Bantu Tangani COVID-19 di Kabupaten Blitar
Selasa, 01 Desember 2020 - 00:01 WIB
loading...
A
A
A
Menurut Herman, ide awal terciptanya perangkat dekontaminasi APD berangkat dari kebutuhan baju hazmat yang di sejumlah daerah masih langka. "Akhirnya merancang lemari UV yang berfungsi mensterilkan baju hazmat agar tidak sekali pakai," terang Herman.
Cara kerja perangkat dekontaminasi APD langsung disimulasikan. Seorang petugas yang mengenakan baju APD diminta masuk ke dalam bilik desinfektan. Selama kurang lebih satu menit tenaga medis yang tersemprot kabut berputar dua kali dengan posisi lengan terangkat.
Selanjutnya petugas medis bisa melepas baju hazmat secara mandiri. Baju yang telah dicuci dan kering kemudian dimasukkan ke dalam lemari UV. Selama tiga puluh menit sinar UV akan melakukan proses sterilisasi. Ada dua tombol yang bisa difungsikan secara manual. Yakni hijau untuk On dan merah untuk Off.
"Jika lampu indikator berwarna hijau berarti proses sterilisasi masih berjalan. Setelah selesai APD bisa disimpan dan bisa dipakai kembali ketika dibutuhkan," tambah Herman.
Melalui pengabdian masyarakat, pihak Ubaya berharap bisa menginspirasi banyak orang untuk saling peduli satu sama lain selama pandemi. Kampus Ubaya juga berharap perangkat yang ada bisa terus berkembang. "Tidak hanya difungsikan saat COVID-19 saja, tetapi dapat digunakan seterusnya untuk sterilisasi APD di rumah sakit," pungkas Herman
Cara kerja perangkat dekontaminasi APD langsung disimulasikan. Seorang petugas yang mengenakan baju APD diminta masuk ke dalam bilik desinfektan. Selama kurang lebih satu menit tenaga medis yang tersemprot kabut berputar dua kali dengan posisi lengan terangkat.
Selanjutnya petugas medis bisa melepas baju hazmat secara mandiri. Baju yang telah dicuci dan kering kemudian dimasukkan ke dalam lemari UV. Selama tiga puluh menit sinar UV akan melakukan proses sterilisasi. Ada dua tombol yang bisa difungsikan secara manual. Yakni hijau untuk On dan merah untuk Off.
"Jika lampu indikator berwarna hijau berarti proses sterilisasi masih berjalan. Setelah selesai APD bisa disimpan dan bisa dipakai kembali ketika dibutuhkan," tambah Herman.
Melalui pengabdian masyarakat, pihak Ubaya berharap bisa menginspirasi banyak orang untuk saling peduli satu sama lain selama pandemi. Kampus Ubaya juga berharap perangkat yang ada bisa terus berkembang. "Tidak hanya difungsikan saat COVID-19 saja, tetapi dapat digunakan seterusnya untuk sterilisasi APD di rumah sakit," pungkas Herman
(msd)
Lihat Juga :