Dorong Lahirnya Vaksin, Menristek Bentuk Tim Akselerasi Vaksin Merah Putih
Jum'at, 27 November 2020 - 17:44 WIB
loading...
Kemenristek meggelar Raker di Ambarukmo Hotel Yogyakarta, Jalan Laksa Adisutjito, Caturtunggal, Depok, Sleman, Jumat (27/11/2020). Foto/Ist
A
A
A
SLEMAN - Kementerian Riset dan Teknologi (Kemenristek) / Badan Riset Inovasi Nasional (BRIN) membentuk tim akselerasi percepatan produksi vaksin merah putih.
Tim yang terdiri dari kumpulan pakar dari berbagai perguruan tinggi ini diharapkan bisa mendorong segera lahirnya vaksin dari hasil inovasi karya anak bangsa.
Penyerahan Surat Keputusan Tim akselerasi vaksin merah putih ini diberikan langsung oleh Menteri Ristek (Menristek) Bambang Brodjosumatri pada perwakilan perguruan tinggi saat peluncuran Bakti Inovasi Indonesia dan pameran produk inovasi penanganan COVID-19 di Depok, Sleman, Jumat (27/11/2020).
Bambang Brodjosumatri mengatakan, vaksin merah putih apabila sudah berhasil dikembangkan dan sudah mendapat izin produksi serta persetujuan dari WHO maka pemanfaatannya akan diprioritaskan untuk masyarakat. Sebab kebutuhan vaksinasi untuk pencegahan penularan COVID-19 sangatlah besar.
“Nantinya akan digunakan untuk dalam negeri karena kebutuhan kita cukup besar dari 187 juta orang yang perlu divaksin,” katanya.
Bambang menjelaskan setiap individu yang mendapat jatah suntikan vaksin maka akan mendapat dua kali proses vaksinasi. Dibutuhkan 360 juta lebih vaksin yang dibutuhkan sehingga pengembangan vaksin merah putih ini sangat ditunggu oleh masyarakat.
“Apabila di dalam negeri sudah terpenuhi dan dapat ijin produksi massal maka baru akan kita tawarkan ke negara lain,” tuturnya.
Tim yang terdiri dari kumpulan pakar dari berbagai perguruan tinggi ini diharapkan bisa mendorong segera lahirnya vaksin dari hasil inovasi karya anak bangsa.
Penyerahan Surat Keputusan Tim akselerasi vaksin merah putih ini diberikan langsung oleh Menteri Ristek (Menristek) Bambang Brodjosumatri pada perwakilan perguruan tinggi saat peluncuran Bakti Inovasi Indonesia dan pameran produk inovasi penanganan COVID-19 di Depok, Sleman, Jumat (27/11/2020).
Bambang Brodjosumatri mengatakan, vaksin merah putih apabila sudah berhasil dikembangkan dan sudah mendapat izin produksi serta persetujuan dari WHO maka pemanfaatannya akan diprioritaskan untuk masyarakat. Sebab kebutuhan vaksinasi untuk pencegahan penularan COVID-19 sangatlah besar.
“Nantinya akan digunakan untuk dalam negeri karena kebutuhan kita cukup besar dari 187 juta orang yang perlu divaksin,” katanya.
Bambang menjelaskan setiap individu yang mendapat jatah suntikan vaksin maka akan mendapat dua kali proses vaksinasi. Dibutuhkan 360 juta lebih vaksin yang dibutuhkan sehingga pengembangan vaksin merah putih ini sangat ditunggu oleh masyarakat.
“Apabila di dalam negeri sudah terpenuhi dan dapat ijin produksi massal maka baru akan kita tawarkan ke negara lain,” tuturnya.
Lihat Juga :