Kasus COVID-19 di Salatiga Melonjak, Tenaga Kesehatan Mulai Kewalahan

loading...
Kasus COVID-19 di Salatiga Melonjak, Tenaga Kesehatan Mulai Kewalahan
Kasus COVID-19 di Kota Salatiga dalam beberapa hari belakangan meningkat tajam. Tenaga kesehatan mulai kewalahan dalam menangani kasus ini. Ilustrasi/SINDOnews
SALATIGA - Kasus COVID-19 di Kota Salatiga dalam beberapa hari belakangan meningkat tajam. Tenaga kesehatan mulai kewalahan dalam menangani kasus ini.

Kepala Dinas Kesehatan Kota (DKK) Salatiga Siti Zuraidah mengatakan, hari ini ada penambahan kasus COVID-19 sebanyak 38 orang. Dengan demikian jumlah pasien positif COVID-19 yang aktif atau menjalani perawatan intensif di rumah sakit dan isolasi mandiri sebanyak 153 orang.

Sedangkan jumlah kumulatif kasus COVID-19 mencapai 551 orang dan jumlah pasien yang meninggal dunia bertambah satu orang atau menjadi 14 orang. "Yang meninggal adalah supek COVID-19 dengan gejala. Pasien tersebut kasus 503 seorang perempuan berusia 54 tahun warga Blotongan, Sidorejo," kata Siti Zuraidah, Selasa (24/11/2020).

Dia menyatakan, kasus COVID-19 akhir-akhir ini terus meningkat dan yang meninggal dunia juga terus bertambah. Terjadinya peningkatan kasus ini, tentunya membuat kerja tenaga kesehatan bertambah berat.



Sebab, jelasnya, satu indek kasus tenaga kesehatan paling tidak harus melakukan tracing terhadap kontak erat sekitar 20 hingga 30 orang. Apabila semua pihak tidak melakukan pencegahan penularan COVID-19, maka tenaga kesehatan akan kewalahan dan kesulitan dalam mengatasi penyakit yang disebabkan oleh virus tersebut. "Jika ada 40 orang yang positif COVID-19, maka tracing kontak erat paling tidak mencapai 800 orang. Maka SDM (sumber daya manusia) kita akan kewalahan dalam melakukan tracing dan pengambilan spesimen untuk tes swab," ujarnya. (Baca: Curah Hujan Tinggi dan Sampah Jadi Pemicu Kerusakan Jaringan di Simalungun).

Karena itu, Siti Zuraidah meminta kepada masyarakat untuk pro aktif dalam upaya pencegahan penularan COVID-19. "Mari kita stop penularan COVID-19. Sayangilah diri kita dan keluarga. Cegah penularan COVID-19," ucap Siti Zuraidah.

Menurutnya, berdasarkan informasi dari tim peneliti, virus penyebab COVID-19 sudah berbeda dengan yang sebelumnya. Sekarang tingkat keganasan virus COVID-19 sudah sepuluh kali lipat dari sebelumnya. (Baca: Bantai Remaja Usia 16 Tahun, 5 Pelaku Berhasil Ditangkap 7 Buron).



Sedangkan tingkat penularanannya mencapai dua puluh kali lipat dari virus sebelumnya. "Sekarang tingkat virulensi atau keganasannya sudah sepuluh kali lipat dari virus awal-awal pendemi. Dan kecepatan penularannya dua puluh kali lipat dari yang sebelumnya. Mari kita berubah ke arah yang lebih sehat agar terhindar dari COVID-19 dan pandemi ini bisa cepat berakhir," pungkasnya.
(nag)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top