Durasi Waktu Sanggah Paslon Ditambah, Debat Kedua Pilwalkot Diprediksi Sengit

Selasa, 24 November 2020 - 10:29 WIB
loading...
Durasi Waktu Sanggah...
Debat kandidat kedua Pilwalkot Makassar tetap akan digelar di Jakarta, dan akan disiarkan langsung iNews, Selasa (24/11/2020) malam. Foto: Istimewa
A A A
MAKASSAR - Perang argumen antarpasangan calon (palson) diprediksi sengit di debat kedua Pilwalkot Makassar 2020 . Apalagi, penyelenggara menambah durasi saling sanggah, dengan mengangkat tema reformasi birokrasi, pelayanan publik, penataan kawasan perkotaan dan ekonomi.

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Makassar melakukan evaluasi pada debat kedua Pilwalkot 2020 yang berlangsung di Jakarta, Selasa (24/11) malam ini. Khususnya memperbaiki teknis debat publik dalam hal durasi pemaparan ide dan gagasan Paslon.

Komisioner KPU Kota Makassar , Endang Sari mengatakan, paslon dipersilakan menjawab pertanyaan panelis dengan durasi 1 menit 30 detik. Sesi ini bisa dimanfaatkan paslon sekaligus memaparkan program unggulannya.

“Setelah itu, paslon selanjutnya meyanggah (dengan durasi) 45 detik. Sebelumya kan (di debat pertama) hanya 30 detik,” ucapnya, kemarin.

Baca Juga: Debat Publik Kedua Pilwalkot Makassar Disiarkan Langsung iNews

Setelah tiga paslon lainnya menyanggah dan memberi pertanyaan, maka paslon yang bersangkutan akan menjawab tiga pertanyaan paslon lainnya sekaligus dengan durasi 1 menit 30 detik. Durasi sesi ini ditambah 1 menit dibanding pada debat pertama.

“Kemudian sampai ke paslon yang menjawab pertanyaan tadi, akan diberi durasi 1 menit 30 detik. Sebelumnya kan hanya 30 detik, jadi sudah lama durasinya,” kata Endang.

Tak hanya itu, Endang menuturkan, panelis juga akan menyiapkan empat pertanyaan untuk masing-masing sub tema. Sehingga satu pertanyaan masing-masing akan dijawab satu paslon.

Berbeda pada debat pertama sebelumnya, hanya satu pertanyaan dari panelis yang dijawab oleh seluruh paslon secara bergantian. "Jadi ada undian urutan untuk menjawab, bukan lagi sesuai urutan nomor urut paslon,” bebernya.

Pengamat Politik Universitas Hasanuddin (Unhas), Andi Ali Armunanto mengapresi langkah evaluasi KPU Kota Makassar pada debat kedua ini. Kata dia, durasi saling sanggah memang perlu diperpanjang agar paslon bisa mengeksplor programnya dengan maksimal.

“Saya rasa dengan tambahan waktu itu, calon lebih bisa mengelaborasi pertanyaan penalis dan pertanyaan dari palson lainnya. Kita menginginkan debat yang tidak diburu waktu, beda yang sebelumnya hanya 30 detik, tidak mungkin menjawab dan mengelaborasi dengan waktu yang singkat," ungkapnya.

Baca Juga: DPRD Sulsel Setuju Debat Publik Pilwalkot Makassar Digelar di Jakarta

Anto begitu dia akrab disapa menganggap, durasi waktu 1 menit 30 detik untuk saling sanggah dan 45 detik untuk memberi pertanyaan ke paslon, bisa memberi peluang elaborasi lebih jauh soal argumennya. Menjelaskan sematang apa visi misi dan programnya, yang akan diimplementasikan kandidat bila terpilih nanti.

“Penambahan durasi ini tentu memberi efek keyakinan pemilih terhadap argumen paslon tertentu. Debat ini kan diperuntukkan untuk perang gagasan, dan memang sebaiknya kandidat memang mengelaborasi gagasan," beber dia.

Sekretaris Departemen Ilmu Politik ini menyarankan, agar paslon fokus memaparkan program dan menjabarkan apa yang ingin dikerja saat terpilih. Jangan terjebak pada keinginan untuk menjatuhkan lawan dalam debat .

Meksi begitu, Anto tak menampik pasti ada saja paslon yang menggunakan strategi untuk menyerang dan menjatuhkan lawan. Namun saran Anto, sebaiknya hal ini dihindari. “Karena menjatuhkan lawan itu tidak ada gunanya dan malah justru merugikan diri sendiri. Karena waktunya tidak digunakan secara efektif. Baiknya waktu itu digunakan untuk meyakinkan pemilih memilih mereka,” tandasnya.

Baca Juga: 926.171 Lembar Surat Suara Pilwalkot Makassar Dikirim ke Sulsel
(agn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
KPU Tetapkan Munafri-Aliyah...
KPU Tetapkan Munafri-Aliyah sebagai Wali Kota-Wakil Wali Kota Makassar Terpilih
Rela Hujan-hujanan di...
Rela Hujan-hujanan di Kampanye Akbar, Plt Sekjen Perindo Minta Kader All Out Menangkan MULIA
Puji Komitmen Perindo...
Puji Komitmen Perindo Kampanyekan Mulia, Aliyah Mustika Minta Warga Dukung Istri Mantan Wali Kota
Mantan Wali Kota IAS...
Mantan Wali Kota IAS Sebut Munafri Punya Kelebihan, Paling Layak Pimpin Makassar
Kampanyekan MULIA, Ketua...
Kampanyekan MULIA, Ketua DPW Partai Perindo Sulsel: Semua Syarat Kepemimpinan Ada di Paslon Nomor 1
PDIP Buka Pendaftaran...
PDIP Buka Pendaftaran Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Makassar
Sekjen Perindo Optimistis...
Sekjen Perindo Optimistis Munafri-Aliyah Menang di Pilkada Makassar
Ada Festival Musik,...
Ada Festival Musik, Debat Kedua Pilkada Dipindah ke Beach City International Stadium
Warga Cakung Minta Cagub...
Warga Cakung Minta Cagub Ridwan Kamil Bangun RSUD Jika Pimpin Jakarta
Rekomendasi
AS Berencana Bangun...
AS Berencana Bangun Persediaan Senjata Siap Tempur di Australia
Bekasi Fajar Cetak Laba...
Bekasi Fajar Cetak Laba Rp30 Miliar, Targetkan Penjualan Lahan Rp600 Miliar
Dasco Ungkap Pimpinan...
Dasco Ungkap Pimpinan DPR akan Temui Mahasiswa Besok
Berita Terkini
Pengadilan Eksekusi...
Pengadilan Eksekusi Kawasan Hotel Sultan, Aset Dipindahkan ke Gudang di Cikarang
Polda Metro Gandeng...
Polda Metro Gandeng Kemenhaj Cari Solusi bagi Korban Dugaan Penipuan Hanania Travel
KPU Jakarta Timur Dorong...
KPU Jakarta Timur Dorong Parpol Memperbarui Data
Gelombang Demonstrasi...
Gelombang Demonstrasi Berlanjut di Medan Merdeka Selatan, Mahasiswa Sampaikan Kritik Kebijakan Pemerintah
Konsep 8B Jadi Usulan...
Konsep 8B Jadi Usulan Fahira Idris untuk Wujudkan Jakarta yang Inklusif dan Berkeadilan
Korban Tewas Gempa Magnitudo...
Korban Tewas Gempa Magnitudo 6,7 di Sulteng Bertambah Jadi 3 Orang
Infografis
15 PTN Masih Buka Jalur...
15 PTN Masih Buka Jalur Mandiri 2025, Kesempatan Kedua yang Gagal SNBT
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved