Guru Besar UPI Setuju Uji Kandidat Capres-Cawapres di Kampus, Ini Alasannya
Jum'at, 17 Maret 2023 - 14:55 WIB
loading...
Wacana perlunya digelar forum debat dan uji pemikiran kandidat capres-cawapres 2024 di depan para akademisi perguruan tinggi terus menguat dalam beberapa waktu terakhir. (Ist)
A
A
A
BANDUNG - Wacana perlunya digelar forum debat dan uji pemikiran kandidat capres-cawapres 2024 di depan para akademisi perguruan tinggi terus menguat dalam beberapa waktu terakhir.
Guru Besar Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Prof. Karim Suryadi menyatakan setuju dan melihatnya sebagai ide yang bagus. Menurutnya, forum itu akan mendorong para kandidat fokus pada gagasan dan selalu siap berpikir kritis.
“Ide ini bagus karena dua alasan. Kesatu, dengan datang ke kampus akan memaksa kandidat berfokus pada gagasan dan harus siap berpikir kritis. Langkah ini akan nenjadi investasi penting dalam menghadapi kritik ketika yang bersangkutan terpilih”, kata Prof. Karim Suryadi saat dikonfirmasi, Jumat (17/3/2023).
Alasan kedua, sambungnya, langkah ini pun akan nemberi pesan bahwa kekuatan kontestasi demokrasi terletak pada gagasan dan cara-cara menyampaikannya.
“Langkah ini dalam jangka panjang akan berguna dalam membiasakan perbedaan pandangan sebagai fundamental demokrasi yang sehat”, ujar dia.
Guru Besar Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Prof. Karim Suryadi menyatakan setuju dan melihatnya sebagai ide yang bagus. Menurutnya, forum itu akan mendorong para kandidat fokus pada gagasan dan selalu siap berpikir kritis.
“Ide ini bagus karena dua alasan. Kesatu, dengan datang ke kampus akan memaksa kandidat berfokus pada gagasan dan harus siap berpikir kritis. Langkah ini akan nenjadi investasi penting dalam menghadapi kritik ketika yang bersangkutan terpilih”, kata Prof. Karim Suryadi saat dikonfirmasi, Jumat (17/3/2023).
Alasan kedua, sambungnya, langkah ini pun akan nemberi pesan bahwa kekuatan kontestasi demokrasi terletak pada gagasan dan cara-cara menyampaikannya.
“Langkah ini dalam jangka panjang akan berguna dalam membiasakan perbedaan pandangan sebagai fundamental demokrasi yang sehat”, ujar dia.
Lihat Juga :