Memilukan, 3 Bersaudara Dari Keluarga Miskin di NTT Lumpuh dan Tak Bisa Berobat
Senin, 23 November 2020 - 19:00 WIB
loading...
A
A
A
Alfonsa yang juga merupakan Putri remaja Pariwisata Indonesia tahun 2020 ini, selain melakukan kunjungan juga memberikan bantuan berupa buku, dan sejumlah paket kebutuhan pokok. "Saya berharap semakin banyak pihak termasuk pemerintah setempat, peduli terhadap keluarga ini," tuturnya.
Menurut Marta Lolu, ketiga adiknya lahir normal, namun ketika terserang penyakit adik-adiknya langsung mengalami perubahan hingga lumpuh. "Kami tidak punya biaya, sehingga tidak bisa membawa adik-asik berobat ke rumah sakit," tuturnya. (Baca juga: 2 Penambang Emas Asal Tasikmalaya Terkubur di Kedalaman 65 Meter, Keluarga Gelar Tahlil )
Mendapatkan bingkisan buku dari Alfonsa Maria Theola Feka, Eston Lola mengaku sangat senang, karena bisa menjadi bahan belajar. "Saya belajar membaca sendiri dari adik di rumah. Senang dapat buku, bisa terus belajar," ujarnya.
Penyakit aneh ini membuat tiga bersaudara tersebut hanya tersandar lemah sepanjang hari di rumah. Darius telah mengalami sakit sejak usia 14 tahun, dan harus putus sekolah saat kelas 4 SD. Eston mengalami sakit pada usia delapan tahun, dan tidak sempat bersekolah. Sedangkan Kian, sakit sejak dua tahun lalu, kini kelas 3 SD dan masih tetap bersekolah dengan belajar dari rumah dibantu guru kelasnya. (Baca juga: Keluarga Korban Histeris, Tuntut Pembunuh Janda Kembang Dihukum Mati )
Untuk bertahan hidup , sang kakak mengandalkan uang pinjaman dari koperasi dengan membuka usaha berjualan sembako dan kebutuhan lainya. Uluran tangan dari para dermawan sangat dibutuhkan, untuk biaya pengobatan agar tiga bersaudara ini bisa sembuh dari penyakit yang telah melumpuhkan mereka.
Menurut Marta Lolu, ketiga adiknya lahir normal, namun ketika terserang penyakit adik-adiknya langsung mengalami perubahan hingga lumpuh. "Kami tidak punya biaya, sehingga tidak bisa membawa adik-asik berobat ke rumah sakit," tuturnya. (Baca juga: 2 Penambang Emas Asal Tasikmalaya Terkubur di Kedalaman 65 Meter, Keluarga Gelar Tahlil )
Mendapatkan bingkisan buku dari Alfonsa Maria Theola Feka, Eston Lola mengaku sangat senang, karena bisa menjadi bahan belajar. "Saya belajar membaca sendiri dari adik di rumah. Senang dapat buku, bisa terus belajar," ujarnya.
Penyakit aneh ini membuat tiga bersaudara tersebut hanya tersandar lemah sepanjang hari di rumah. Darius telah mengalami sakit sejak usia 14 tahun, dan harus putus sekolah saat kelas 4 SD. Eston mengalami sakit pada usia delapan tahun, dan tidak sempat bersekolah. Sedangkan Kian, sakit sejak dua tahun lalu, kini kelas 3 SD dan masih tetap bersekolah dengan belajar dari rumah dibantu guru kelasnya. (Baca juga: Keluarga Korban Histeris, Tuntut Pembunuh Janda Kembang Dihukum Mati )
Untuk bertahan hidup , sang kakak mengandalkan uang pinjaman dari koperasi dengan membuka usaha berjualan sembako dan kebutuhan lainya. Uluran tangan dari para dermawan sangat dibutuhkan, untuk biaya pengobatan agar tiga bersaudara ini bisa sembuh dari penyakit yang telah melumpuhkan mereka.
(eyt)
Lihat Juga :