Dari Tanah Liat di Pedalaman NTT, Srikandi Heroik Tumbuhkan Numerasi Anak Usia Dini

Selasa, 21 April 2026 - 07:30 WIB
loading...
Dari Tanah Liat di Pedalaman...
Indri Kristiana Koa, pendidik Taman Kanak-kanak yang berdedikasi tinggi
A A A
Jalanan tanah liat berwarna cokelat kemerahan tampak licin dan berlumpur setelah terkena hujan, namun jika diinjak jalan tersebut penuh dengan bebatuan. Kondisi geografis ini menjadi potret minimnya fasilitas akses umum di Desa Laob, Kecamatan Polen, Kabupaten Timor Tengah Selatan, Nusa Tenggara Timur. Di kejauhan, sungai yang menjadi jalur utama menuju sekolah masih mengalir cukup deras.

Indri Kristiana Koa, seorang wanita pendidik Taman Kanak-kanak, memulai perjalanannya dari Kota Soe sekitar pukul enam pagi dan menempuh 35 kilometer yang memakan waktu dua jam sekali jalan. Tantangan terbesar ada pada sungai yang harus diseberangi. Saat musim kemarau, sungai masih bisa dilewati dengan relatif aman. Namun ketika musim hujan tiba, debit air meningkat dan tak jarang meluap. Jika arus sungai masih memungkinkan, Indri menyeberang sendiri dengan sangat hati-hati. Namun saat air sedang tinggi dan deras, warga setempat kerap membantunya menyeberang. Ia masih harus berjalan kaki hingga akhirnya tiba di sekolah.

“Takut pasti ada, apalagi kalau air sungai sedang tinggi. Tapi anak-anak menunggu di sekolah, jadi saya bertekad untuk terus bertemu dan mengajar anak-anak,” ujar Indri.

TK Negeri Baob merupakan satu-satunya layanan Pendidikan Anak Usia Dini di Desa Laob, wilayah yang masuk kategori 3T (Terdepan, Terluar, dan Tertinggal). Kondisi sekolah masih sangat sederhana. Hanya terdapat satu ruang kelas yang digunakan bersama oleh Kelompok A dan Kelompok B, sehingga proses pembelajaran belum bisa berjalan optimal. Dengan kondisi ekonomi orang tua yang sebagian besar bekerja sebagai petani, sekolah tidak dapat membebankan pengadaan perlengkapan kepada mereka. Iuran sekolah pun hanya sekitar sepuluh ribu rupiah per anak.

Akses internet nyaris tidak tersedia. “Untuk kebutuhan pembelajaran, terkadang kami harus menggunakan media digital secara terbatas dan offline, seperti video yang diunduh sebelumnya atau permainan sederhana dan nantinya akan kita presentasikan melalui powerpoint” tambah Indri.

Dari Tanah Liat di Pedalaman NTT, Srikandi Heroik Tumbuhkan Numerasi Anak Usia Dini


Di tengah keterbatasan fasilitas itu, Indri menghadapi tantangan lain yakni rendahnya kemampuan numerasi anak usia dini. Banyak anak datang ke sekolah tanpa mengenal simbol angka sama sekali. Pembelajaran menggunakan buku dan lembar kerja sering membuat mereka cepat bosan dan kehilangan fokus.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Gempa M 5,0 Guncang...
Gempa M 5,0 Guncang NTT, Tidak Berpotensi Tsunami
Pembayaran Pajak Kendaraan...
Pembayaran Pajak Kendaraan di NTT Kini Dilakukan secara Digital
Gempa M6,0 Guncang Timor...
Gempa M6,0 Guncang Timor Tengah Utara NTT, Tidak Berpotensi Tsunami
Pintu Masuk Belajar,...
Pintu Masuk Belajar, Orang Tua Harus Tahu Apa Itu Sensori Anak
Tragedi Siswa SD di...
Tragedi Siswa SD di NTT, Firda Riwu Kore Dorong Evaluasi dan Penguatan Perlindungan Anak
Cegah Tragedi Siswa...
Cegah Tragedi Siswa SD di NTT Terulang, Mensesneg Minta Kepala Desa Aktif Pantau Kelompok Rentan
Eks Pj Sekda Kupang...
Eks Pj Sekda Kupang Gabung Perindo NTT, Konsolidasi Politik Diperkuat dan Target Rebut Kembali Basis Politik
Membangun Kembali Senyum...
Membangun Kembali Senyum Pasirlangu, Jejak Hangat LG di Masa Pemulihan
Trehaus School Dorong...
Trehaus School Dorong Pembelajaran Sosial-Emosional Anak Usia Dini
Rekomendasi
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Dorong Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Pengelolaan Eceng Gondok
Usia Peserta Miss Indonesia...
Usia Peserta Miss Indonesia Kini 19-25 Tahun, RCTI Cari Kandidat yang Lebih Matang untuk Miss World
Demi Wujudkan Perdamaian...
Demi Wujudkan Perdamaian dengan Iran, AS Terus Tekan Israel
Berita Terkini
Saleh Husin, Retno Marsudi,...
Saleh Husin, Retno Marsudi, Triawan Munaf, Tantowi Yahya, hingga Mari Pangestu Latihan Menuju UI Green Marathon
Creavibe Fest 2026:...
Creavibe Fest 2026: Mahasiswa Desain Produk UMB Tampilkan Karya Fesyen Berkelanjutan
Festival Anak Pancasila...
Festival Anak Pancasila 2026 Perkuat Karakter Kebangsaan Generasi Muda
Pramono Bangun Pedestrian...
Pramono Bangun Pedestrian Deck Dukuh Atas untuk Tingkatkan Konektivitas
Kadishub DKI Sangkal...
Kadishub DKI Sangkal Anak Buahnya Minta Duit Rp250 Ribu ke Ojol yang Motornya Diangkut
Gempa Magnitudo 4,1...
Gempa Magnitudo 4,1 Kembali Guncang Sigi, BMKG Catat 1.163 Gempa Susulan Pascagempa M6,7
Infografis
10 Negara Penguasa Cadangan...
10 Negara Penguasa Cadangan Logam Tanah Jarang Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved