Belajar dari Masyarakat Adat Menjalankan Sustainable Lifestyle
Minggu, 22 November 2020 - 22:03 WIB
loading...
A
A
A
“Kerusakan bumi masih menjadi topik pembicaraan di kalangan tertentu saja. Belum banyak yang sadar dan menyepakati sebuah tindakan dan cara hidup yang berkelanjutan agar bumi lestari. Padahal, kerusakan bumi sebagian besar berasal dari aktivitas manusia karena bergantinya gaya hidup dari ‘needs’ menjadi ‘wants’,” kata Merdi Sihombing yang juga pegiat sustainable fashion.
Hidup dengan prinsip sustainable membuat keseimbangan antara kebutuhan manusia dan keberlangsungan alam beserta isinya. (Baca juga: Selisih 11,2 Persen, Elektabilitas Eri Cahyadi-Armuji Unggul di Atas Angin)
"Apa yang diperbuat sekarang akan berdampak pada hari esok. Perubahan ini dilakukan demi menyelamatkan Bumi untuk kehidupan generasi selanjutnya," tuturnya. (Baca juga: Satu Keluarga Pencuri Kotak Amal Ditangkap, Hanya Suaminya yang Ditahan)
Dalam kesempatan yang sama, Ketua Yayasan Losari, Restu Imansari Kusumaningrum berharap acara “Forum Bincang dan Laku Hidup Lestari” dapat menjadi medium bagi masyarakat luas untuk belajar tentang laku hidup lestari dari kearifan lokal dan budaya.
“Dalam keadaan sulit sekarang ini, kita harus berani mengatakan dari mana asal-usul kita dan tetap mengakar pada kebudayaan kita sendiri," katanya.
Hidup dengan prinsip sustainable membuat keseimbangan antara kebutuhan manusia dan keberlangsungan alam beserta isinya. (Baca juga: Selisih 11,2 Persen, Elektabilitas Eri Cahyadi-Armuji Unggul di Atas Angin)
"Apa yang diperbuat sekarang akan berdampak pada hari esok. Perubahan ini dilakukan demi menyelamatkan Bumi untuk kehidupan generasi selanjutnya," tuturnya. (Baca juga: Satu Keluarga Pencuri Kotak Amal Ditangkap, Hanya Suaminya yang Ditahan)
Dalam kesempatan yang sama, Ketua Yayasan Losari, Restu Imansari Kusumaningrum berharap acara “Forum Bincang dan Laku Hidup Lestari” dapat menjadi medium bagi masyarakat luas untuk belajar tentang laku hidup lestari dari kearifan lokal dan budaya.
“Dalam keadaan sulit sekarang ini, kita harus berani mengatakan dari mana asal-usul kita dan tetap mengakar pada kebudayaan kita sendiri," katanya.
(boy)
Lihat Juga :