PSBB Surabaya Raya Diperpanjang, Ini Suara Hati Masyarakat
Senin, 11 Mei 2020 - 11:55 WIB
loading...
Salah satu penindakan pelanggaran PSBB di Kota Surabaya beberapa waktu lalu.Foto/SINDONews/Ali Masduki
A
A
A
SURABAYA - Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di kawasan Surabaya Raya (Sidoarjo dan Gresik) diperpanjang hingga 14 hari ke depan atau hingga 25 Mei 2020.
Keputusan tersebut merupakan kesepakatan bersama Pemprov Jatim berikut Forkopimda dengan tiga kepala daerah yang mewakili Kota Surabaya, Kabupaten Sidoarjo dan Kabupaten Gresik lengkap dengan Forkopimda kabupaten dan kota dalam rapat evaluasi PSBB tahap pertama di Gedung Negara Grahadi, Sabtu (9/5/2020).
Namun, sejumlah masyarakat mengeluhkan kebijakan perpanjangan tersebut. Pasalnya, PSBB membuat usaha mereka makin terpuruk. Di sektor pedagang kecil, dampaknya sangat berat, seperti yang dialami pengusaha air isi ulang di kawasan Lidah Wetan, Ade Irawan, yang omsetnya menurun drastis.
Sebelum PSBB, sehari ia bisa melayani isi ulang hingga 80 galon lebih. Tetapi, sejak PSBB, sehari tidak sampai 5 galon. "Warung kopi kan tutup semua. Pelanggan saya rata rata memang warkop. Sekarang nggak ada," kata Ade, Senin (11/5/2020).
Ade juga mempertanyakan apakah dengan PSBB maka ada jaminan pandemi ini bisa selesai. "PSBB 14 hari. Kalau dijamin berkurang nggak masalah. Kalau perlu lockdown. Tapi ini kan tidak. Corona-nya enggak hilang, rejeki saya malahan yang hilang," keluh Ade.
Keputusan tersebut merupakan kesepakatan bersama Pemprov Jatim berikut Forkopimda dengan tiga kepala daerah yang mewakili Kota Surabaya, Kabupaten Sidoarjo dan Kabupaten Gresik lengkap dengan Forkopimda kabupaten dan kota dalam rapat evaluasi PSBB tahap pertama di Gedung Negara Grahadi, Sabtu (9/5/2020).
Namun, sejumlah masyarakat mengeluhkan kebijakan perpanjangan tersebut. Pasalnya, PSBB membuat usaha mereka makin terpuruk. Di sektor pedagang kecil, dampaknya sangat berat, seperti yang dialami pengusaha air isi ulang di kawasan Lidah Wetan, Ade Irawan, yang omsetnya menurun drastis.
Sebelum PSBB, sehari ia bisa melayani isi ulang hingga 80 galon lebih. Tetapi, sejak PSBB, sehari tidak sampai 5 galon. "Warung kopi kan tutup semua. Pelanggan saya rata rata memang warkop. Sekarang nggak ada," kata Ade, Senin (11/5/2020).
Ade juga mempertanyakan apakah dengan PSBB maka ada jaminan pandemi ini bisa selesai. "PSBB 14 hari. Kalau dijamin berkurang nggak masalah. Kalau perlu lockdown. Tapi ini kan tidak. Corona-nya enggak hilang, rejeki saya malahan yang hilang," keluh Ade.
Lihat Juga :