DPRD Desak Pemprov Jatim Optimalkan Pemanfaatan Aset untuk Meningkatkan PAD
Sabtu, 21 November 2020 - 12:19 WIB
loading...
A
A
A
Anggota Komisi C DPRD Jatim, Agus Dono Wibawanto menambahkan, Pemprov Jatim harus mempunyai cara lain untuk menambah PAD. Mengingat selama ini PAD yang paling besar dari sektor Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) dan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB). "Agar aset bisa dikembangkan untuk menambah PAD. Pemprov bisa mengundang investor swasta untuk mengelola aset," jelasnya.
Agus mengaku jumlah aset Pemprov Jatim sangat banyak dan terdiri dari beberapa sektor. Seperti halnya pertanian dan kehutanan. Namun Agus meminta agar Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) harus menganggarkan dana untuk sertifikasi aset. "Agar masyarakat tidak kehilangan kepercayaan bahwa pemerintah peduli untuk menjangkau semua lapisan," terangnya. BACA JUGA : Pilkada Medan, Golkar Targetkan Kemenangan 60 Persen untuk Bobby-Aulia Rachman
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Jatim, Hadi Sulistyo menjelaskan, total luas kebun benih holtikultura 11,6 hektar. Dimana 2 hektar area untuk budidaya kentang, sementara sisanya 9,6 berpotensi untuk meningkatkan PAD.
Untuk mengembangkan kebun benih holtikultura menjadi tempat wisata butuh dana investasi Rp 6,850 miliar. Dana itu untuk tambahan fasilitas bangunan wahana wisata dan area permainan dengan mempertimbangkan kerentanan bahaya dan bencana alam.
"Nantinya investor membayar kontribusi Rp 73 juta atau 3,33% dari nilai aset. Dan bagi hasil 26% ke UPT Pengembangan Benih Holtikultura," katanya. BACA JUGA : Gus Amik Sayangkan Tudingan Politikus PDIP Djarot Saiful Hidayat
Agus mengaku jumlah aset Pemprov Jatim sangat banyak dan terdiri dari beberapa sektor. Seperti halnya pertanian dan kehutanan. Namun Agus meminta agar Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) harus menganggarkan dana untuk sertifikasi aset. "Agar masyarakat tidak kehilangan kepercayaan bahwa pemerintah peduli untuk menjangkau semua lapisan," terangnya. BACA JUGA : Pilkada Medan, Golkar Targetkan Kemenangan 60 Persen untuk Bobby-Aulia Rachman
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Jatim, Hadi Sulistyo menjelaskan, total luas kebun benih holtikultura 11,6 hektar. Dimana 2 hektar area untuk budidaya kentang, sementara sisanya 9,6 berpotensi untuk meningkatkan PAD.
Untuk mengembangkan kebun benih holtikultura menjadi tempat wisata butuh dana investasi Rp 6,850 miliar. Dana itu untuk tambahan fasilitas bangunan wahana wisata dan area permainan dengan mempertimbangkan kerentanan bahaya dan bencana alam.
"Nantinya investor membayar kontribusi Rp 73 juta atau 3,33% dari nilai aset. Dan bagi hasil 26% ke UPT Pengembangan Benih Holtikultura," katanya. BACA JUGA : Gus Amik Sayangkan Tudingan Politikus PDIP Djarot Saiful Hidayat
(zai)
Lihat Juga :