Halaqah Santri Digital di Kudus Dorong Kreasi Konten Digital di Tengah Pandemi

loading...
Halaqah Santri Digital di Kudus Dorong Kreasi Konten Digital di Tengah Pandemi
Sejumlah santri di Kudus, Jawa Tengah mengikuti Halaqah Santri Digital untuk meningkatkan keterampilan dan kompetensi berbasis teknologi digital. Foto/Ist
KUDUS - Sejumlah santri diKudus, Jawa Tengah mengikuti Halaqah Santri Digital untuk meningkatkan keterampilan dan kompetensi berbasis teknologi digital. Pemanfaatan media sosial dinilai sangat relevan dengan kondisi saat ini.

“Pandemi memaksa kita untuk masuk dalam dunia digital lebih dalam. Ini menjadi satu satunya cara kita berkomunikasi sehari-hari agar tetap produktif dan tidak ketingggalan informasi,” kata Ketua Mata Air Foundation, Abdurrahman Shaleh Fauzi dalam keterangan tertulis, Sabtu (21/11/2020). (Baca juga: Hari Santri Nasional Jadi Pijakan Memperkuat Potensi Digital Santri)

Kegiatan yang mengusung tema “Menjawab Tantangan New Normal Melalui Kreasi Konten Digital” ini diselenggarakan Mata Air Foundation bersama Direktorat PD Pontren Kemenag, dan Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (PPPNU) Kudus, Jumat (20/11/2020). (Baca juga: KH Anwar Musaddad, Ulama Besar yang Kerap Merepotkan Pasukan Belanda)

Menurut Fauzi, pelajar jangan sampai gagap dengan dunia digital. Fenomena yang terjadi adalah banyak pelajar dan santri yang telah memanfaatkan media sosial (medsos). Namun tak sedikit pula yang justru jadi korban medsos karena belum menguasai pemahaman literasi digital dengan baik.



“Kita harus bisa mengelola media sosial dengan sebaik mungkin dengan menghindari nilai dan dampak negatif yang timbul dari penggunaan media sosial,” tandasnya. Dia berharap lahirnya talenta muda kreatif yang mampu menjadi kreator konten digital dengan menggunakan berbagai platform media sosial sebagai sarana melakukan kreatifitas digital.

Sementara, Ketua PC IPNU Kudus, Muhammad Chasan Fauzi mengungkapkan, para peserta mengikuti kegiatan ini secara daring melalui zoom virtual (online) maupun luring (offline) dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

Menurutnya Chasan Fauzi, sudah saatnya pelajar dan santri memahami dan memanfaatkan literasi digital agar mampu menguasai ruang publik di tengah disrupsi digital. “Halaqah Santri Digital ini adalah ikhtiar agar pelajar dan santri dapat menjadi kreator digital yang terdidik dan terlatih di generasi ini,” ujarnya.



Selain itu, halaqah ini merupakan solusi yang strategis dan berdampak positif untuk mengurangi kejenuhan pelajar dan santri yang terpaksa melakukan aktivitas kegiatan belajar mengajar dari rumah selama pandemi COVID-19. “Kegiatan ini memberikan solusi yang produktif serta dampak yang positif bagi penguatan literasi digital pelajar dan santri,” katanya.
(shf)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top