Papua Perlu Investasi agar Masyarakat Sejahtera
Jum'at, 20 November 2020 - 09:11 WIB
loading...
A
A
A
Pernyataan senada dikemukakan Ketua Lembaga Masyarakat Adat (LMA) Provinsi Papua, Lennis Kogoya. Pendekatan terhadap masyarakat Papua bisa dilakukan dari “hati ke hati” karena orang Papua punya rasa persaudaraan yang tinggi. “Papua bisa dibangun dengan konsep persaudaraan. Harus diakui, selama ini masyarakat adat Papua kurang dilibatkan dalam pembangunan. Orang Papua seolah-olah tinggal di atas pohon. Semua keperluan mulai dari bawang hingga sayur-sayuran dibawa dari Jawa. Ini persoalan besar yang harus kita benahi bersama,” tuturnya.
Lennis, yang juga tenaga ahli KSP (Kantor Staf Presiden), mengingatkan kelompok-kelompok tertentu untuk menghentikan provokasi di Papua. “Masyarakat Papua berhak sejahtera. Jika masyarakat memilih perkebunan sawit tidak ada pihak mana pun yang boleh mengganggu,” katanya.
Menurut Lennis, dengan keberadaan perkebunan sawit, masyarakat Papua sebenarnya sangat senang karena dilibatkan sebagai plasma. Hanya, persoalan izin masih menghambat. Jika pemerintah bersedia membangun kelompok kerja dengan melibatkan semua kepentingan seperti KLHK, Kementerian Pertanian, BPKM, dan sebagainya, dia menjamin tidak ada lagi kampanye hitam. “Jika ada kelompok yang mengganggu pembangunan perkebunan dan pertanian, silakan angkat kaki dari Papua sebelum saya usir. Masyarakat Papua berhak sejahtera,” ujarnya. (Lihat videonya: Bupati Bogor Ade Yasin Terkonfirmasi Positif Covid-19)
Sementara itu, Dirjen Perkebunan Kementerian Pertanian Kasdi Subagyono mengatakan, pemerintah terus mendorong kemitraan inti-plasma, kemitraan antara usaha kecil dan menengah atau besar di semua provinsi, termasuk Papua. (Sudarsono)
Lennis, yang juga tenaga ahli KSP (Kantor Staf Presiden), mengingatkan kelompok-kelompok tertentu untuk menghentikan provokasi di Papua. “Masyarakat Papua berhak sejahtera. Jika masyarakat memilih perkebunan sawit tidak ada pihak mana pun yang boleh mengganggu,” katanya.
Menurut Lennis, dengan keberadaan perkebunan sawit, masyarakat Papua sebenarnya sangat senang karena dilibatkan sebagai plasma. Hanya, persoalan izin masih menghambat. Jika pemerintah bersedia membangun kelompok kerja dengan melibatkan semua kepentingan seperti KLHK, Kementerian Pertanian, BPKM, dan sebagainya, dia menjamin tidak ada lagi kampanye hitam. “Jika ada kelompok yang mengganggu pembangunan perkebunan dan pertanian, silakan angkat kaki dari Papua sebelum saya usir. Masyarakat Papua berhak sejahtera,” ujarnya. (Lihat videonya: Bupati Bogor Ade Yasin Terkonfirmasi Positif Covid-19)
Sementara itu, Dirjen Perkebunan Kementerian Pertanian Kasdi Subagyono mengatakan, pemerintah terus mendorong kemitraan inti-plasma, kemitraan antara usaha kecil dan menengah atau besar di semua provinsi, termasuk Papua. (Sudarsono)
(ysw)
Lihat Juga :