Jumlah Positif Covid-19 di Jatim Tembus 1.491 Kasus
Senin, 11 Mei 2020 - 05:09 WIB
loading...
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa menjelaskan, beberapa daerah dengan penambahan cukup tinggi selain Surabaya adalah Sidoarjo sebanyak 34 orang pada dua hari terakhir. SINDOnews/Lukman
A
A
A
SURABAYA - Jumlah pasien positif Covid-19 di Jawa Timur (Jatim), Minggu (10/5/2020) bertambah sebanyak 82 orang. Sehingga, jumlah total pasien positif Covid-19 di Jatim menjadi 1.491 orang.
Kasus baru yang sebanyak 82 orang adalah masing-masing 1 berasal dari Kabupaten Pasuruan, Kota Probolinggo, Jember, Kabupaten Kediri, Kabupaten Blitar dan Kabupaten Probolinggo, sedangkan masing-masing 2 berasal dari Jombang, Kota Malang, Kabupaten Malang, Bondowoso, Tuban dan Pacitan. Lalu 3 dari Magetan, 4 dari Lamongan, kemudian 16 dari Sidoarjo dan 41 dari Kota Surabaya.
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa menjelaskan, beberapa daerah dengan penambahan cukup tinggi selain Surabaya adalah Sidoarjo sebanyak 34 orang pada dua hari terakhir. Ada pula yang menjadi klaster baru yakni di Pasuruan yang dua hari lalu langsung naik 21 kasus positif.
“Kewaspadaan harus ditingkatkan mengingat jumlah Orang Tanpa Gejala (OTG) yang langsung positif mengalami peningkatan persentasenya. Yakni dari 21 persen menjadi 26 persen.
Berkali-kali kami menyampaikan agar ada kewaspadaan berganda, kesiapsiagaan dan kehati-hatian harus berlapis-lapis,” katanya di Gedung Negara Grahadi, Minggu (10/5/2020).
Kasus baru yang sebanyak 82 orang adalah masing-masing 1 berasal dari Kabupaten Pasuruan, Kota Probolinggo, Jember, Kabupaten Kediri, Kabupaten Blitar dan Kabupaten Probolinggo, sedangkan masing-masing 2 berasal dari Jombang, Kota Malang, Kabupaten Malang, Bondowoso, Tuban dan Pacitan. Lalu 3 dari Magetan, 4 dari Lamongan, kemudian 16 dari Sidoarjo dan 41 dari Kota Surabaya.
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa menjelaskan, beberapa daerah dengan penambahan cukup tinggi selain Surabaya adalah Sidoarjo sebanyak 34 orang pada dua hari terakhir. Ada pula yang menjadi klaster baru yakni di Pasuruan yang dua hari lalu langsung naik 21 kasus positif.
“Kewaspadaan harus ditingkatkan mengingat jumlah Orang Tanpa Gejala (OTG) yang langsung positif mengalami peningkatan persentasenya. Yakni dari 21 persen menjadi 26 persen.
Berkali-kali kami menyampaikan agar ada kewaspadaan berganda, kesiapsiagaan dan kehati-hatian harus berlapis-lapis,” katanya di Gedung Negara Grahadi, Minggu (10/5/2020).
Lihat Juga :