Sah, UMK Kota Bekasi 2021 Naik Rp193.000
Rabu, 18 November 2020 - 14:49 WIB
loading...
A
A
A
Ika menambahkan, dalam penetapanya pemerintah sempat melakukan rapat dewan pengupahan kota (depeko) secara setengah kamar untuk mengakomodir keinginan dua pihak, antara buruh dan Apindo Kota Bekasi. Setelah buruh bertahan cukup lama di angka kenaikan sebesar 13,7% atau sekitar Rp600.000.
Kemudian buruh menurunkan persentase menjadi 8,51%. Lalu kembali turun lagi jadi 7,74% dan bertahan di angka 5,03%. Pemerintah sendiri pada dasarnya mengajukan kenaikan hanya sebesar 3,27% dengan penghitungan formula menggunakan variabel inflasi dan PDB nasional.
Sementara perwakilan anggota depeko Bekasi dari elemen buruh, Rudolf mengatakan kesepakatan kenaikan di angka 4,27% terpaksa dilakukan secara voting. Terdapat dua pilihan voting kenaikan UMK 2021, yakni angka 4,21% dari pemerintah dan 5,03% yang diajukan buruh. "Angka yang kita voting ada dua angka, angka pemerintah dan angka serikat," katanya.
Rapat yang beranggotakan 29 orang dihadiri oleh 25 orang saja, yakni pemerintah sebanyak 12 orang, buruh dan Apindo sebanyak 6 orang dan akademisi 1 orang. Saat voting, tak satu pun perwakilan Apindo yang berpartisipasi.
Meski begitu, mereka tak melakukan walk out. Didapati hasil angka penghitungan pemerintah yakni kenaikan sebesar 4,21% mendapat suara terbanyak. Adapun Apindo mereka tetap berpegangan terhadap surat edaran kemenakertrans, sehingga pada saat voting suara berbanding 6 banding 13, serikat 6 suara, pemerintah 13 suara.
Kemudian buruh menurunkan persentase menjadi 8,51%. Lalu kembali turun lagi jadi 7,74% dan bertahan di angka 5,03%. Pemerintah sendiri pada dasarnya mengajukan kenaikan hanya sebesar 3,27% dengan penghitungan formula menggunakan variabel inflasi dan PDB nasional.
Sementara perwakilan anggota depeko Bekasi dari elemen buruh, Rudolf mengatakan kesepakatan kenaikan di angka 4,27% terpaksa dilakukan secara voting. Terdapat dua pilihan voting kenaikan UMK 2021, yakni angka 4,21% dari pemerintah dan 5,03% yang diajukan buruh. "Angka yang kita voting ada dua angka, angka pemerintah dan angka serikat," katanya.
Rapat yang beranggotakan 29 orang dihadiri oleh 25 orang saja, yakni pemerintah sebanyak 12 orang, buruh dan Apindo sebanyak 6 orang dan akademisi 1 orang. Saat voting, tak satu pun perwakilan Apindo yang berpartisipasi.
Meski begitu, mereka tak melakukan walk out. Didapati hasil angka penghitungan pemerintah yakni kenaikan sebesar 4,21% mendapat suara terbanyak. Adapun Apindo mereka tetap berpegangan terhadap surat edaran kemenakertrans, sehingga pada saat voting suara berbanding 6 banding 13, serikat 6 suara, pemerintah 13 suara.
(wib)
Lihat Juga :