Dunia Mungkin Bisa Terbagi Dua Pasca-Pandemi Covid-19
Senin, 11 Mei 2020 - 09:10 WIB
loading...
Foto: Ilustrasi
A
A
A
NEW DELHI - Pendemi Covid-19 telah membuat dunia terhenti dengan lebih dari satu juta kasus yang dikonfirmasi.
Namun, bahkan di tengah krisis yang parah, Amerika Serikat (AS) dan China terus berceloteh tentang asal virus ini dan keduanya saling menyalahkan.
Deepak Bali, seorang ahli hubungan internasional dari India mengatakan, dengan wabah virus yang telah secara besar-besaran mempengaruhi semua negara, terutama Barat, dia percaya bahwa dunia pasca Covid-19 akan memiliki dua kutub yang berbeda menuju bipolaritas.
"kita melihat munculnya tatanan global baru, di mana China telah mengumumkan kedatangannya dan meskipun negara itu tidak akan secara terbuka menyatakannya, peningkatan kegiatannya membuktikan fakta bahwa ia ada di sana untuk menantang Hegemoni AS," ucap Deepak, seperti dilansir Sputnik.
Menjelaskan posisi China dalam tatanan dunia pasca Covid-19, Deepak mengatakan bahwa upaya China untuk melawan hegemoni AS sejatinya sudah terjadi sebelum pandemi muncul. “AS telah melihat penghematan. Bukan krisis ini yang membuat AS mundur, tetapi meletus sejak China memprakarsai Belt and Road Initiative (BRI)," ucapnya.
BRI adalah kampanye China untuk mempromosikan pembangunan, perdagangan, infrastruktur, dan pertumbuhan ekonomi dengan menghubungkan Asia dengan Afrika dan Eropa melalui jaringan darat dan maritim di sepanjang enam koridor.
Sebagai bagian dari perdagangan Belt and Road-nya, Presiden China, Xi Jinping bahkan telah berjanji untuk melanjutkan “Jalan Sutra Kesehatan” bersama dengan penyebaran bantuan medis ke Eropa, negara-negara Afrika, dan Asia Tengah.
Namun, bahkan di tengah krisis yang parah, Amerika Serikat (AS) dan China terus berceloteh tentang asal virus ini dan keduanya saling menyalahkan.
Deepak Bali, seorang ahli hubungan internasional dari India mengatakan, dengan wabah virus yang telah secara besar-besaran mempengaruhi semua negara, terutama Barat, dia percaya bahwa dunia pasca Covid-19 akan memiliki dua kutub yang berbeda menuju bipolaritas.
"kita melihat munculnya tatanan global baru, di mana China telah mengumumkan kedatangannya dan meskipun negara itu tidak akan secara terbuka menyatakannya, peningkatan kegiatannya membuktikan fakta bahwa ia ada di sana untuk menantang Hegemoni AS," ucap Deepak, seperti dilansir Sputnik.
Menjelaskan posisi China dalam tatanan dunia pasca Covid-19, Deepak mengatakan bahwa upaya China untuk melawan hegemoni AS sejatinya sudah terjadi sebelum pandemi muncul. “AS telah melihat penghematan. Bukan krisis ini yang membuat AS mundur, tetapi meletus sejak China memprakarsai Belt and Road Initiative (BRI)," ucapnya.
BRI adalah kampanye China untuk mempromosikan pembangunan, perdagangan, infrastruktur, dan pertumbuhan ekonomi dengan menghubungkan Asia dengan Afrika dan Eropa melalui jaringan darat dan maritim di sepanjang enam koridor.
Sebagai bagian dari perdagangan Belt and Road-nya, Presiden China, Xi Jinping bahkan telah berjanji untuk melanjutkan “Jalan Sutra Kesehatan” bersama dengan penyebaran bantuan medis ke Eropa, negara-negara Afrika, dan Asia Tengah.
Lihat Juga :