Malam di Dolly dan Kerlip Rezeki yang Abadi

Selasa, 17 November 2020 - 08:09 WIB
loading...
A A A
Warga eks lokalisasi Dolly yang tergabung dalam Kelompok Usaha Bersama (KUB) Mampu Jaya terus memproduksi sepatu dan sandal, termasuk sandal hotel yang sudah bekerja sama dengan mereka. UMKM ini menempati sebuah gedung besar dan tinggi yang dulunya merupakan salah satu wisma prostitusi terbesar di Gang Dolly. Ada juga DS Point terus membuat makanan ringan dan minuman khas UMKM Dolly.

Atik, Koordinator KUB Mampu Jaya, mengaku bersyukur dengan kondisi Dolly saat ini. Ia dan para warga lainnya bisa mandiri dan terus memproduksi sepatu maupun sandal. Mereka tak lagi menjadi pengangguran. “Banyak warga di sini yang kami libatkan dan kini setiap hari mereka bisa berpenghasilan,” kata Atik.

Kawasan eks lokalisasi Dolly dan Jarak menjadi sebuah kawasan yang produktif. Berbagai perubahan terjadi pasca ditutup enam tahun silam. Baik perubahan dari aspek sosial maupun ekonomi. Tempat yang dulunya ramai berjajar wisma prostitusi, kini telah bermetamorfosis menjadi sebuah kampung yang produktif. Suara burung love bird pun terus bersahutan dari pasar burung yang kini sudah berdiri megah di Dolly.

Tercatat, saat ini terdapat 23 kelompok UMKM di kawasan Dolly. Rinciannya, untuk produk olahan batik berjumlah empat kelompok UKM, yaitu Jarak Arum, Alpujabar, Canting Surya, dan Warna Ayu. (Baca juga: Erdogan tawarkan Solusi Dua Negara Terpisah untuk Siprus)

Sementara itu, untuk olahan makanan dan minuman berjumlah 13 UMKM dengan rincian, yaitu TBM Kawain, Olahan Bandeng, Jarwo Tempe, Sami Jali, Pangsit Hijau, Cak Mimin Rujak, UKM Puja dengan produksi telur dan botok telur asin, UKM Squel dengan olahan keripik, UMKM Vigts dengan produksi jamu herbal, Gendis dengan produksi bumbu pecel, UKM Henrik dengan olahan semanggi dan es puter serta olahan minuman dari rumput laut.

Sementara untuk usaha industri kreatif di tempat ini berjumlah lima kelompok. Rinciannya, yaitu KUB Mampu Jaya produksi sandal, sepatu dan goody bag, sablon, minyak rambut, phomade dan semir, handycraft dan usaha dalam bentuk lukisan.

Para warga di Dolly juga menyiapkan pasokan barang untuk industri sabun rumahan. Mereka tidak hanya produk sandal dan goody bag, tapi juga menawarkan berbagai sandal serta kebutuhan lainnya di hotel.

Selain pemberdayaan bagi PSK dan mucikari, sektor keluarga juga dilibatkan secara aktif. Para suami dan istri diberdayakan agar keluarga mereka lebih produktif dan kesejahteraan keluarganya terus meningkat. Salah satunya optimalisasi Dolly Saiki Point, sebuah tempat yang khusus dijadikan sebagai pusat oleh-oleh penjualan berbagai produk UMKM dari seluruh warga sekitaran Dolly. (Lihat videonya: Arab Saudi Tutup Kembali Izin Umrah untuk Jamaah Indonesia)

Saat malam bergegas pergi, masih saja ada kehidupan di Dolly sampai pagi. Memang, tidak ada kunang-kunang malam ini di sepanjang Jalan Jarak dan Girilaya. Saur terdengar riang dari salah satu kedai kopi tembang lagu yang dibawakan Band Folk Jazz Surabaya, Silampukau yang suaranya mampu membunuh dinginnya malam.

Dolly...Yang menyala-nyala di puncak kota; Yang sembunyi di sudut jalang jiwa; Pria Surabaya; Dulu......Di temaram jambon gang sempit itu; Aku mursal masuk, keluar, dan utuh; Sebagai lelaki..... (Aan Haryono)
(ysw)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pemkot Surabaya Dukung...
Pemkot Surabaya Dukung Pordi Jatim Bikin Turnamen Domino Lebih Besar
Bertemu Komisi B DPRD...
Bertemu Komisi B DPRD Surabaya, Unicomindo Curhat Tagih Utang Pemkot Rp104 Miliar
DPRD Surabaya Akan Gelar...
DPRD Surabaya Akan Gelar Rapat Sengketa Sampah Pemkot dengan Swasta
Kalah Gugatan Kontrak...
Kalah Gugatan Kontrak Sampah, Pemkot Surabaya Dihukum Bayar Utang Rp104 Miliar
Program MBG, Koperasi...
Program MBG, Koperasi Merah Putih, hingga Pemberdayaan UMKM Dorong Ketahanan Ekonomi
Pemkot Surabaya Gandeng...
Pemkot Surabaya Gandeng BRIN Kembangkan Kebun Raya Mangrove Jadi Sumber Alternatif Pangan
Mendagri dan Menteri...
Mendagri dan Menteri PKP Tinjau MPP Kota Surabaya, Pastikan Pelayanan Berjalan Optimal
Surabaya Deklarasikan...
Surabaya Deklarasikan Sekolah Ramah Anak Sejak 2019, Terapkan Pendidikan Karakter dan Anti-Bullying
Wali Kota Surabaya Bersama...
Wali Kota Surabaya Bersama Jajaran Segel Gudang UD Sentosa Seal
Rekomendasi
Link Nonton Trolls di...
Link Nonton Trolls di VISION+, Film Musikal Ceria untuk Nonton Bareng Keluarga
Aturan Baru Outsourcing...
Aturan Baru Outsourcing Masuk Tahap Finalisasi, Said Iqbal: Target Rampung Juli 2026
Bidik Pasar Triliunan...
Bidik Pasar Triliunan Dolar, OKX Luncurkan Marketplace Berbasis Agen AI
Berita Terkini
Kukuhkan Guru dan Karyawan...
Kukuhkan Guru dan Karyawan TK Ketilang, Rektor UIN: Seluruh Tenaga Pendidik Kini Punya Status Jelas
Bandar Narkoba yang...
Bandar Narkoba yang Bikin 3 Polisi Gugur di Katingan Ditangkap!
Yayasan Gugah Nurani...
Yayasan Gugah Nurani Indonesia Sabet CSR Award 2026 Pemkab Bekasi
Pemprov DKI Bakal Bangun...
Pemprov DKI Bakal Bangun 11 Rusun Baru, Pramono: Baru Dua yang Sudah Ada Angggarannya
Perbaikan MBG Harus...
Perbaikan MBG Harus Dimulai dari Ketepatan Sasaran hingga Transparansi Tata Kelola
Polisi Sebut Kaca Gedung...
Polisi Sebut Kaca Gedung BGN Pecah Akibat Pemuaian, Bukan Penembakan
Infografis
Profil Andi Saputra,...
Profil Andi Saputra, Hakim Ad Hoc Tipikor yang Sampaikan Dissenting Opinion Vonis Nadiem
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved