12 Desainer Asli Jawa Timur Pamer Kreativitas Batik di East Java Fashion Harmony 2020
Minggu, 15 November 2020 - 09:18 WIB
loading...
A
A
A
Setidaknya, terdapat 12 desainer asli Jatim yang berpartisipasi dalam even ini. Selain mendapat pengetahuan tentang kekayaan batik Jatim, tamu undangan dapat melihat langsung keindahan Selat Bali yang dikelilingi pegunungan. Nampak berjejer kapal nelayan diiringi atraksi atlet jetski.
Satu diantara peragaan busana batik ditampilkan dari koleksi desainer Lia Afif yang berjudul Cakradahana. Diambil dari bahasa Sansekerta Cakra berarti roda atau pusat dan Dahana berarti api. "Koleksi ini saya bermaksud bisa menjadi pusat perhatian di event ini. Saya keluarkan lima koleksi setelan palaso dan dress, motif segitiga dan bunga," kata Lia Afif. (BACA JUGA: Designer Spesialis Kain Ulos Athan Siahaan Gelar Virtual Indonesia Fashion Parade)
Lia Afif mengusung batik Pamekasan dengan motif gringsing. Dia memadukan desain yang tegas dipadu dengan warna-warna menyala seperti orange, kuning, nude dan juga warna navy. Desain khas Lia Afif yaitu geometri, garis dan bidang ditambah aksen mata-mata etnik.
Bermain warna dan bermain motif dipadu dengan manik-manik membuat tampilan koleksi semakin kuat dan unik. "Ini event pertama kami di tengah pandemi. Event ini membuat kami semakin semangat karena ada beberapa event lain mundur," ujarnya.
Satu diantara peragaan busana batik ditampilkan dari koleksi desainer Lia Afif yang berjudul Cakradahana. Diambil dari bahasa Sansekerta Cakra berarti roda atau pusat dan Dahana berarti api. "Koleksi ini saya bermaksud bisa menjadi pusat perhatian di event ini. Saya keluarkan lima koleksi setelan palaso dan dress, motif segitiga dan bunga," kata Lia Afif. (BACA JUGA: Designer Spesialis Kain Ulos Athan Siahaan Gelar Virtual Indonesia Fashion Parade)
Lia Afif mengusung batik Pamekasan dengan motif gringsing. Dia memadukan desain yang tegas dipadu dengan warna-warna menyala seperti orange, kuning, nude dan juga warna navy. Desain khas Lia Afif yaitu geometri, garis dan bidang ditambah aksen mata-mata etnik.
Bermain warna dan bermain motif dipadu dengan manik-manik membuat tampilan koleksi semakin kuat dan unik. "Ini event pertama kami di tengah pandemi. Event ini membuat kami semakin semangat karena ada beberapa event lain mundur," ujarnya.
(vit)
Lihat Juga :