Meneropong Bisnis Penerbangan dan Migas Pascapandemi
Minggu, 10 Mei 2020 - 12:57 WIB
loading...
A
A
A
Sementara isu utama dalam upaya mempertahankan bisnis migas adalah pengurangan karyawan, penurunan ongkos produksi di kisaran 30% - 40%, penutupan eksplorasi baru, dan menunda produksi baru.
Namun industri migas secara perlahan melakukan balancing price. Sektor hulu akan kembali melakukan efisiensi dan shifting exploration, sektor midstream akan meninjau kembali pembangunan perpipaan atau transportation. Sementara sektor hilir lebih melakukan huge storage untuk migas sebesar-besarnya sambil menunggu rebound harga migas.
Koordinator tim pengarah KORMA ITS, Muhammad Ade Irfan memberikan catatan diskusi bahwa konsumen industri penerbangan dan migas telah berubah. Perubahan tersebut diperkirakan semakin mengental setelah pandemi Corona. Sebagai professional consument yang mempunyai high level value, mereka lebih selektif dan lebih pintar mendapatkan nilai informasi.
Apa yang disebut sebagai keuntungan bukan lagi uang semata, melainkann sesuatu yang tahan lama. ”Profit bukan berbentuk rupiah atau dolar, namun terobosan dan inovasi,” ujarAde.
Namun industri migas secara perlahan melakukan balancing price. Sektor hulu akan kembali melakukan efisiensi dan shifting exploration, sektor midstream akan meninjau kembali pembangunan perpipaan atau transportation. Sementara sektor hilir lebih melakukan huge storage untuk migas sebesar-besarnya sambil menunggu rebound harga migas.
Koordinator tim pengarah KORMA ITS, Muhammad Ade Irfan memberikan catatan diskusi bahwa konsumen industri penerbangan dan migas telah berubah. Perubahan tersebut diperkirakan semakin mengental setelah pandemi Corona. Sebagai professional consument yang mempunyai high level value, mereka lebih selektif dan lebih pintar mendapatkan nilai informasi.
Apa yang disebut sebagai keuntungan bukan lagi uang semata, melainkann sesuatu yang tahan lama. ”Profit bukan berbentuk rupiah atau dolar, namun terobosan dan inovasi,” ujarAde.
(muh)
Lihat Juga :