Meneropong Bisnis Penerbangan dan Migas Pascapandemi

Minggu, 10 Mei 2020 - 12:57 WIB
loading...
Meneropong Bisnis Penerbangan...
Diskusi online yang diselenggarakan IKA ITS PW Jakarta Raya. Foto/dok.panitia
A A A
JAKARTA - Penerbangan dan migas merupakan dua bidang industri paling terpuruk akibat hantaman pandemi virus Corona atau COVID-19. Perusahaan-perusahaan pada dua bidang industri ini sedang berusaha keras memastikan roda kelangsungan bisnis mereka sekarang dan pascapandemi nanti.

Hal ini terungkap dalam Kajian Online Bersama Alumni ITS yang menghadirkan dua narasumber yaitu Chief Executive Officer PT Airfast Indonesia, Arif Wibowo dan Senior Engineer Schlumberger Kerajaan Saudi Arabia, Gagok Santoso, Sabtu (9/5/2020). Diskusi diikuti 190 orang alumni ITS yang tersebar di Arab Saudi, Qatar, Brunei Darussalam, Korea Selatan, Malaysia, Italia, Singapure, Inggris, Amerika Serikat, Australia dan Indonesia.

(Baca: Peduli Pandemi, Alumni ITS Galang Donasi dan Gelar Aksi Sosial)

Dalam diskusi diketahui bahwa perusahaan-perusahaaan saat ini penerbangan mengalami penurunan arus kas. Ini terjadi lantaran nyaris tidak ada pergerakan manusia dan barang yang menjadi basis utama bisnis mereka. Selain kekhawatiran yang meluas, kebijakan physical distancing, work from home, stay at home dan sebagainya turut memberikan andil pada merosotnya arus kas perusahaan penerbangan.

Hal yang sama terjadi di sektor hilir industri migas. Berubahnya perilaku masyarakat dengan lebih banyak berada di rumah, ditambah tutupnya banyak perkantoran, berpengaruh pada berkurangnya konsumsi bahan bakar minyak. Fenomena ini menyebabkan pada sektor hulu migas terjadi surplus crude oil besar-besaran. Harganya anjlok hingga pernah mencapai level di bawah USD20/barrel.

Lalu bagaimana solusinya? Perusahaan penerbangan dapat melakukan bundling offering. Penjualan tiket pulang pergi perlu ditambah leisure destination atau business oriented. Promosi diskon harga tiket juga mesti dilengkapi dengan jenis promosi lain yang membuat keterikatan penumpang dengan industri.

(Baca: Gelar Korma, IKA ITS Jakarta Raya Menjaring Pemikiran untuk Pemulihan Pascapandemi)

Sementara isu utama dalam upaya mempertahankan bisnis migas adalah pengurangan karyawan, penurunan ongkos produksi di kisaran 30% - 40%, penutupan eksplorasi baru, dan menunda produksi baru.

Namun industri migas secara perlahan melakukan balancing price. Sektor hulu akan kembali melakukan efisiensi dan shifting exploration, sektor midstream akan meninjau kembali pembangunan perpipaan atau transportation. Sementara sektor hilir lebih melakukan huge storage untuk migas sebesar-besarnya sambil menunggu rebound harga migas.

Koordinator tim pengarah KORMA ITS, Muhammad Ade Irfan memberikan catatan diskusi bahwa konsumen industri penerbangan dan migas telah berubah. Perubahan tersebut diperkirakan semakin mengental setelah pandemi Corona. Sebagai professional consument yang mempunyai high level value, mereka lebih selektif dan lebih pintar mendapatkan nilai informasi.

Apa yang disebut sebagai keuntungan bukan lagi uang semata, melainkann sesuatu yang tahan lama. ”Profit bukan berbentuk rupiah atau dolar, namun terobosan dan inovasi,” ujarAde.

(muh)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Bontang Lestari dan...
Bontang Lestari dan KIE Siap Jadi Magnet Baru Kaltim
Kaltim Tawarkan Industri...
Kaltim Tawarkan Industri Fatty Amine Rp1,88 Triliun di Bontang
Prabowo Dijadwalkan...
Prabowo Dijadwalkan Resmikan Pabrik Mobil Listrik di Magelang Besok
UMB Perkuat Tri Dharma...
UMB Perkuat Tri Dharma Perguruan Tinggi, Kembangkan Teaching Factory di Cibitung
BAFM 2025: Ruang Strategis...
BAFM 2025: Ruang Strategis bagi Kreator dan Pelaku Industri untuk Saling Bertumbuh Bersama
Anugerah ILTA Dorong...
Anugerah ILTA Dorong Perusahaan Logistik dan Transportasi Berkembang Secara Inklusif
Gegara Ledakan AI, Industri...
Gegara Ledakan AI, Industri Cip Rp27.000 Triliun Jadi Medan Perang AS-China
International Industrial...
International Industrial Week Indonesia 2026 Resmi Dibuka, Dorong Daya Saing Industri Melalui Inovasi dan Kemitraan Strategis
Evita DPR Soroti Ruwetnya...
Evita DPR Soroti Ruwetnya Industri Tekstil Nasional
Rekomendasi
Mengenal William Adi,...
Mengenal William Adi, Kreator Konten yang Konsisten Edukasi Skincare dan Kesehatan Kulit
Perkuat Ekosistem Pendidikan,...
Perkuat Ekosistem Pendidikan, BTN Teken MoU Strategis dengan UNAIR
Kena PHK Dapat Uang...
Kena PHK Dapat Uang Tunai 60% dari Gaji selama 6 Bulan, Ini Syaratnya
Berita Terkini
Hendak Demo di Patung...
Hendak Demo di Patung Kuda, Ratusan Mahasiswa Diadang Polisi di Semanggi
Kemendagri Dorong Percepatan...
Kemendagri Dorong Percepatan Penataan dan Registrasi Posyandu
Aksi Demo di Gedung...
Aksi Demo di Gedung DPR, Puluhan Mahasiswa Terlibat Aksi Dorong dengan Polisi
Biaya Operasional Tinggi,...
Biaya Operasional Tinggi, Gapasdap Minta Pemerintah Naikkan Tarif Angkutan Penyeberangan
Polda Metro Jaya: 3.588...
Polda Metro Jaya: 3.588 Personel Gabungan Dikerahkan Amankan Demo di DPR RI
Dukung Program MBG Dilanjutkan,...
Dukung Program MBG Dilanjutkan, Akademisi: Bermanfaat bagi Anak dan Masyarakat
Infografis
Trionda, Bola Robotik...
Trionda, Bola Robotik Piala Dunia 2026 yang Punya Baterai dan Sensor VAR
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved