Upaya ISBI Tanah Papua Melestarikan Situs Megalitik Tutari

Sabtu, 14 November 2020 - 04:41 WIB
loading...
Upaya ISBI Tanah Papua...
Institut Seni dan Budaya Indonesia (ISBI) Tanah Papua melestarikan situs megalitik Turari dengann berbagai kegiatan.
A A A
JAYAPURA - Upaya melestarikan situs megalitik Tutari terus dilakukan Balai Arkeologi Papua menggandeng Institut Seni dan Budaya Indonesia (ISBI) Tanah Papua menggelar tari site spesifik, Jumat (13/11/2020).

Peneliti Balai Arkeologi Papua, Hari Suroto mengaku, upaya melestarikan situs ini telah dilakukan dengan banyak kegiatan. Selain pembuatan materi pengayaan Situs Tutari bagi siswa SD SMP hingga SMA, pendampingan ukir Kulit Kayu, Gerbah Abar dan banyak hal.

"Sudah kita lakukan dan kami tetap butuh dukungan dari berbagai pihak untuk pelestarian Situs Megalitik Tutari. Selain yang sudah kita lakukan selama ini, kami bersama ISBI Tanah Papua menggelar tarian di situs," kata Hari.(Baca juga: Sedih...Tak Tau Harus Bagaimana, Bocah 5 Tahun Terpaku Menatap Jasad Ibunya yang Tewas Kecelakaan Tunggal )

Sementara Rektor ISBI Tanah Papua, I Wayan Rai mengaku jika site spesifik di Situs Megalitik Tutari adalah pagelaran yang baru bagi mahasiswa ISBI.

"Jadi kami berkerjasama dengan Arkeologi Papua untuk turut melestarikan tinggalan megalitik Tutari, dan karena kami basicnya seni, maka kami lakukanlah tarian disana berkolaborasi dengan instrumen musik seadanya dari alam Tutari," kata I Wayan.

Menurutnya, alasan digelar site spesifik di Situs Megalitik Tutari adalah untuk memperluas wawasan mahasiswa ISBI Tanah Papua selain sebagai upaya pelestarian.

"Tujuan kita untuk memperluas wawasan mereka (mahasiswa). Orang tari tidak melulu hanya tari saja, namun juga harus paham Arkeologi. Banyak motif di Situs ini berupa motof manusia, hewan, tumbuhan, geometri dan lainnya, makanya ini sangat bagus di eksplor. Para mahasiswa kami munta untuk mereprestasikan sendiri motif-motif Tutari, termasuk kehidupan masyarakat suku Tutari masa lampau," katanya.

Selain itu, kata I Wayan, mahasiswa dituntut kreatif untuk memperagakan motif-motif yang ada dalam bentuk tarian. Mahasiswa harus paham bahwa tarian itu bisa dimana saja bukan hanya dipanggung.(Baca juga: Kakek di Blitar Tergantung di Pohon Mangga, Adik Kandung Histeris )

"Jadi motif Tutari sebagai sumber inspirasi karya cipta yang baru dan ini adalah baru juga dan punya tantangan tersendiri untuk mahasiswa. Saya sangat apresiasi karena mereka sangat kreatif. Selain tarian, instrumen musik yang menyertai kita gunakan alat musik sederhana yang ada di lokasi situs meliputi bebatuan dan alat musik tiup tradisional,"jelasnya.

Selain tari dan instrumen musik, rangkaian tarian site spesifik Situs Megalitik Tutari juga diiringi Puisi berjudul Bukit Tutari. Puisi ini dikatakan I Wayan sebagai pengikat tarian yang dilakukan.

"Puisi ini saya buat khusus untuk mengiringi tarian dan instrumen tari. Sehingga seperti ada pengikatnya dan tempatnya juga diatas bebatuan di Situs Tutari,"katanya.

Pihaknya berharap dengan persembahan tari tersebut, mahasiswa dan seluruh masyarakat Papua paham akan sejarah dan mencintai serta terua melestarikan tinggalah leluhur, seperti halnya Situs Megalitik Tutari.

"Pesan paling penting adalah Jangan lupa jati diri, jangan lupa alam kita. Jangan lupa alam kita atau mama (alam) kita. Jngan merusak alam. Ini leluhur kita, sehingga harus dilestarikan semua yang menjadi peninggalannya," pungkasnya.
(msd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Batu Tapak Kaki Raksasa...
Batu Tapak Kaki Raksasa Ditemukan di Situs Dampu Awang Indramayu, Peninggalan Purbakala?
Situs Percandian Muarojambi...
Situs Percandian Muarojambi Terendam Banjir, Jumlah Pengunjung Turun Drastis
Sambut Hari Bhayangkara...
Sambut Hari Bhayangkara ke-77, Polres Pemalang Revitalisasi 2 Situs Budaya dan Agama
Heboh Situs Makam Keramat...
Heboh Situs Makam Keramat Majalengka Dirusak, Batu Nisan Dipindah
BPCB Sebut Area Sebaran...
BPCB Sebut Area Sebaran Candi Situs Srigading Peninggalan Mpu Sindok Meluas
Batu Lonceng di Suntenjaya...
Batu Lonceng di Suntenjaya Lembang, Jejak Peninggalan Raja Padjadjaran yang Dikeramatkan
Prabowo Instruksikan...
Prabowo Instruksikan Kepala Daerah Perhatikan Situs-situs Bersejarah Nasional
Typepad Resmi Akhiri...
Typepad Resmi Akhiri Layanan Blog setelah 22 Tahun Beroperasi
40 Situs Nonton Resmi...
40 Situs Nonton Resmi Film Pengganti LK21, Aman dan Mudah Diakses
Rekomendasi
Rusia Klaim Senjata...
Rusia Klaim Senjata Nuklir Jadi Satu-satunya Jaminan pada Perang Global, Ini 3 Alasannya
Telkom Catat Pendapatan...
Telkom Catat Pendapatan Rp146,7 Triliun, DPR Minta Soliditas Dijaga
Pengaruh Wali Kota Muslim...
Pengaruh Wali Kota Muslim New York Ini Makin Kuat, Siapa yang Didukungnya Menang!
Berita Terkini
Jaga Masa Depan, Pureco...
Jaga Masa Depan, Pureco dan LindungiHutan Tanam 300 Mangrove di Wonorejo
Momen Riuh di Gorontalo,...
Momen Riuh di Gorontalo, Massa Kompak Teriakkan Nama Seskab Teddy di Depan Presiden Prabowo
Mantan Kapolres Bima...
Mantan Kapolres Bima Terima Dana dari Bandar Narkoba, Pengacara: Tuduhan Mengada-ada
DPC Rampung di 9 Kecamatan,...
DPC Rampung di 9 Kecamatan, Partai Perindo Tubaba Tancap Gas Bentuk DPRt
Digugat Roy Suryo soal...
Digugat Roy Suryo soal Penggeledahan, Polda Metro Jaya Siap Hadir
BNPP Perkuat Pengawasan...
BNPP Perkuat Pengawasan Perbatasan RI-Timor Leste via Survei Pengendalian Jalur Tak Resmi di Belu
Infografis
3 Tujuan Rusia Menempatkan...
3 Tujuan Rusia Menempatkan Pesawat Tempur di Papua
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved