Hibur Anak Lereng Merapi di TEA Banyurojo, Anggota Polsek Mertoyudan Ini Jadi Badut
Rabu, 11 November 2020 - 08:27 WIB
loading...
A
A
A
Menurut Donny, di TEA Balai Desa Deyangan ada 30 anak yang berusia antara 3-6 tahun. Anak-anak usia tersebut membutuhkan pendampingan agar tidak merasa asing dan bisa bersosialisasi serta bermain dengan bebas di tempat pengungsian. (Baca juga: Ada Suara Gemuruh Dari Merapi, BPPTKG: Guguran Material Lama)
"Untuk itu, kami akan melakukan trauma healing tiap dua hari sekali. Materi trauma healing macam-macam. Mulai dari permainan, edukasi hingga rohani. Dengan demikian anak-anak bisa merasa terhibur dan senang selama di pengungsian," ujar Babinkamtibmas Desa Donorejo, Kecamatan Mertoyudan ini.
Dia mengungkap, selama warga lereng Gu masih mengungsi di tempat evakuasi akhir, dirinya akan terus keliling ke pos-pos evakuasi untuk memberikan pelayanan trauma healing. (Baca juga: Demi Pengungsi Merapi, Mereka Rela Pulang Dari Yogyakarta untuk Memasak)
"Ini sudah menjadi tugas saya selaku anggota Polri dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat," ucapnya.
"Untuk itu, kami akan melakukan trauma healing tiap dua hari sekali. Materi trauma healing macam-macam. Mulai dari permainan, edukasi hingga rohani. Dengan demikian anak-anak bisa merasa terhibur dan senang selama di pengungsian," ujar Babinkamtibmas Desa Donorejo, Kecamatan Mertoyudan ini.
Dia mengungkap, selama warga lereng Gu masih mengungsi di tempat evakuasi akhir, dirinya akan terus keliling ke pos-pos evakuasi untuk memberikan pelayanan trauma healing. (Baca juga: Demi Pengungsi Merapi, Mereka Rela Pulang Dari Yogyakarta untuk Memasak)
"Ini sudah menjadi tugas saya selaku anggota Polri dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat," ucapnya.
(boy)
Lihat Juga :