DPRD Kobar Minta Pemkab Segera Membahas Sekolah Tatap Muka

Senin, 09 November 2020 - 15:07 WIB
loading...
DPRD Kobar Minta Pemkab...
Anggota Komisi A DPRD Kotawaringin Barat (Kobar), Kalteng, Mina Irawati (kanan).Foto/iNews/Sigit Dzakwan
A A A
KOTAWARINGIN BARAT - Anggota Komisi A DPRD Kotawaringin Barat (Kobar), Kalteng, Mina Irawati berharap Pemkab Kobar segera membahas masalah pendidikan tentang penerapan sekolah tatap muka untuk wilayah yang masuk zona hijau. (Baca juga: Sudah Numpang Gratis Malah Mencuri Uang Sopir, Penjahat Kambuhan di Merangin Jambi Babak Belur Diamuk Massa)

Komisi A DPRD Kobar yang membidangi pendidikan, ingin duduk bersama Pemkab Kobar untuk membahas hal tersebut. Sehingga, bisa memberikan solusi yang terbaik untuk pendidikan di tengah pandemi Covid-19. (Baca juga: Kena PHK, Mamah Muda Nekat Jualan Sabu yang Disimpan dalam Kotak Kosmetik)

"Kita berharap masalah pendidikan di tengah pandemi ini untuk segera dibahas, terutama terkait belajar langsung atau tatap muka. Seperti apa mekanismenya, khsususnya di wilayah yang zero covid-19," kata Mirna, Senin 9 November 2020.

Ia menyampaikan daerah-daerah yang sudah berzona hijau saat ini sudah melaksanakan pembelajaran secara tatap muka, yaitu dengan melalui sift diatur jam tertentu. Ternyata, hal tersebut menjadikan semangat belajar bagi mereka para pelajar.

"Jadi kebijakannya itu, kalau memang masih belum aman dari Corona, sekolah tatap muka jangan dulu. Tapi kalau sudah aman, sudah tidak ada yang positif di desanya, boleh untuk bersekolah itu harapan kami dari Komisi A,” tuturnya.

Mirna Irawati yang juga sebagai Bunda PAUD Kobar, ketika langsung turun ke sekolah - sekolah PAUD yang ada di Kobar, begitu terasa mengiris hati mengetahui bahwa mereka merindukan sekolah, merindukan guru-guru, teman -temannya dan bermain di sekolah seperti biasanya.

"Mereka bahkan protes, kenapa ma, kami tidak boleh sekolah sedangkan mama boleh aja ke mana-mana. Begitu juga anak saya yang duduk di SD dan SMA, mulai menyatakan protesnya ketika mereka dibawa jalan, melihat taman ramai bahkan cafe-cafe masih ramai dan tidak ada batasan jam buka. Semua aktivitas seperti tidak ada Corona, sementara anak-anak sekolah ini belum ada kebijakan. Bahkan, dari pemerintah pusat sekalipun, untuk bisa belajar secara tatap muka seperti biasa," ungkapnya.

Mirna mengaku khawatir apabila anak-anak harus terus belajar di rumah secara online menggunakan gadget, akan berdampak negatif pada meraka.

"Kita ketahui bersama, ketika anak harus belajar online 1 jam megang HP untuk belajar dan sisanya mereka main game, akhirnya membuat mereka ketergantungan akan permainan game yang tidak bisa kita kontrol, ini dampak negatif yang kami khawatirkan,” pungkasnya.
(zil)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Baznas Bagikan 20.000...
Baznas Bagikan 20.000 Perlengkapan Sekolah untuk Siswa Korban Banjir Sumatera
Hari Pertama Masuk Sekolah,...
Hari Pertama Masuk Sekolah, Lalin Jalan I Gusti Ngurah Rai Macet 1 Km
Tragedi Perpisahan Sekolah!...
Tragedi Perpisahan Sekolah! Pelajar yang Sempat Hilang Terseret Ombak di Pantai Pangandaran Ditemukan Tewas
Sun Life Dorong Gaya...
Sun Life Dorong Gaya Hidup Aktif bagi Puluhan Ribu Anak di Manggarai
Pantau Langsung Masuk...
Pantau Langsung Masuk Sekolah Jam 5 Pagi, Ini Kata Gubernur NTT Viktor Laiskodat
Ruang Kelas Hampir Ambruk,...
Ruang Kelas Hampir Ambruk, Siswa SDN Salenggang Terpaksa Belajar di Tenda Darurat
Meriahkan Milad Ke-13,...
Meriahkan Milad Ke-13, Edu Global School Gelar Rangkaian EGSVERSARY
Mendikdasmen Sesalkan...
Mendikdasmen Sesalkan Tindakan Kepala Daerah Mudah Copot Jabatan Kepala Sekolah
Sport Fest 2025, Prime...
Sport Fest 2025, Prime Smart Islamic Montessori: Merdeka, Sehat, dan Inklusif
Rekomendasi
Harley-Davidson Berusia...
Harley-Davidson Berusia Hampir 100 Tahun Dimodifikasi Jadi Motor Hybrid
7 Brigjen Pol Dimutasi...
7 Brigjen Pol Dimutasi oleh Kapolri pada Awal Mei Dalam Rangka Pensiun
Langkah Berani Kejagung...
Langkah Berani Kejagung Sentuh Korupsi MBG Jadi Sinyal Kuat Penegakan Hukum Tanpa Impunitas
Berita Terkini
12 Wilayah Indonesia...
12 Wilayah Indonesia Siaga Tsunami Pascagempa M7,7 yang Berpusat di Filipina
Peringatan Dini Tsunami...
Peringatan Dini Tsunami di Sulut, Gorontalo, Sulteng, Malut, Kaltim Pasca Gempa M7,7
3 Yayasan Sah di Bawah...
3 Yayasan Sah di Bawah UIN Jakarta, Pengacara: Klaim Sepihak Akan Berdampak Hukum
Imigrasi Semarang Bongkar...
Imigrasi Semarang Bongkar Praktik Love Scamming, Tangkap 4 WNA China
Keluhkan Bongkar Muat...
Keluhkan Bongkar Muat Batu Bara di Laut, Nelayan Pulau Ampel: Jadi Susah Tangkap Ikan
Makin Fleksibel! Keliling...
Makin Fleksibel! Keliling Dunia Nggak Masalah, Daftar BRImo Kini Bisa dari 15 Negara
Infografis
7 Seragam Pasukan Khusus...
7 Seragam Pasukan Khusus Terbaik Dunia, Nomor 3 Miliki Penutup Muka Antipeluru
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved