Pembukaan Sekolah Tatap Muka Bertahap, Pemkot Tunggu Intruksi Pusat
Senin, 09 November 2020 - 06:38 WIB
loading...
Sekolah Belajar Tatap Muka Diminta Diaktifkan Kembali. Foto/iNewsTV/Vivi Riski Indriani
A
A
A
MERANGIN - Sejumlah aktivitas di Kota Makassar sudah mulai dilonggarkan seiring berubahnya status pandemi ke zona oranye. Meski begitu, Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar masih belum berani membuka sekolah tatap muka.
Pj Wali Kota Makassar, Rudy Djamaluddin, mengaku masih menunggu intruksi dari pemerintah pusat yakni Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). (Baca juga: 70% Kabupaten/Kota di Zona Oranye, Satgas: Bukti Banyak Daerah Terlena)
Bahkan, menurut Rudy, pembukaan sekolah harus dilakukan secara bertahap. Tidak bisa kemudian SD-SMP dibuka lantas SMA ataupun perguruan tinggi belum beraktivitas. (Baca juga: Menggali Potensi Pariwisata Makassar di Wilayah Ujung Pandang )
"Kita tunggu petunjuk pusat, tidak mungkin SMP kita buka duluan dibanding SMA dan perguruan tinggi, karena tingkat kerawanan. Semakin anak-anak maka semakin sulit diatur," kata Rudy, Minggu (8/11/2020).
Rudy mengaku tidak ingin buru-buru membuka sekolah tatap muka meski diakui belajar tatap muka jauh lebih efektif ketimbang sistem pembelajaran jarak jauh. Meski begitu, ia tidak mau muncul klaster baru yang justru mengancam kesehatan peserta didik.
Pj Wali Kota Makassar, Rudy Djamaluddin, mengaku masih menunggu intruksi dari pemerintah pusat yakni Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). (Baca juga: 70% Kabupaten/Kota di Zona Oranye, Satgas: Bukti Banyak Daerah Terlena)
Bahkan, menurut Rudy, pembukaan sekolah harus dilakukan secara bertahap. Tidak bisa kemudian SD-SMP dibuka lantas SMA ataupun perguruan tinggi belum beraktivitas. (Baca juga: Menggali Potensi Pariwisata Makassar di Wilayah Ujung Pandang )
"Kita tunggu petunjuk pusat, tidak mungkin SMP kita buka duluan dibanding SMA dan perguruan tinggi, karena tingkat kerawanan. Semakin anak-anak maka semakin sulit diatur," kata Rudy, Minggu (8/11/2020).
Rudy mengaku tidak ingin buru-buru membuka sekolah tatap muka meski diakui belajar tatap muka jauh lebih efektif ketimbang sistem pembelajaran jarak jauh. Meski begitu, ia tidak mau muncul klaster baru yang justru mengancam kesehatan peserta didik.
Lihat Juga :