Sudah Lapor Polisi, Appi-Rahman Minta Kasus Penikaman Timsesnya Diusut Tuntas
Minggu, 08 November 2020 - 19:10 WIB
loading...
Tim sukses Appi-Rahman dirawat usai ditikam OTK di area debat di gedung Kompas Gramedia, Jalan Palmerah, Jakarta Pusat, Sabtu (7/11/2020) malam. Foto: Istimewa
A
A
A
MAKASSAR - Pihak pasangan Munafri Arifuddin-Abdul Rahman Bando bertindak cepat usai salah satu tim suksesnya (timses) ditikam orang tak dikenal (OTK) di sekitar area debat pilwalkot Makassar 2020 di gedung Kompas Gramedia, Jalan Palmerah, Jakarta Pusat, Sabtu (7/11/2020) malam. Mereka telah melaporkan kejadian ini ke Resort Metro Jakarta Pusat (Jakpus).
Insiden penikaman ini dilaporkan oleh Santri Ajie Baskoro dengan nomor polisi 1522/K/XI/2020/RESTRO JAKPUS. Laporan yang memakan korban atas nama Muharram Madjid ini dilaporkan pukul 00.15 WIB.
Baca juga: DILAN Ungguli Tiga Rivalnya Versi Polling Usai Debat Perdana
"Kita sudah laporkan ke resor Metro Jakarta Pusat. Kita tentu sangat prihatin, karena penggunaan premanisme dalam politik bisa menghasilkan pemimpin yang juga preman. Jadi masyarakat Makassar tentu tidak layak dipimpin oleh pihak yang bergaya preman," ucap Jubir Appi-Rahman , Fadli Noor kepada SINDOnews, Minggu (8/11/2020).
Fadli menegaskan, pihaknya mendesak kepolisian untuk segera menuntaskan kasus ini. Agar tidak menjadi provokasi dari kelompok lain.
Insiden penikaman ini dilaporkan oleh Santri Ajie Baskoro dengan nomor polisi 1522/K/XI/2020/RESTRO JAKPUS. Laporan yang memakan korban atas nama Muharram Madjid ini dilaporkan pukul 00.15 WIB.
Baca juga: DILAN Ungguli Tiga Rivalnya Versi Polling Usai Debat Perdana
"Kita sudah laporkan ke resor Metro Jakarta Pusat. Kita tentu sangat prihatin, karena penggunaan premanisme dalam politik bisa menghasilkan pemimpin yang juga preman. Jadi masyarakat Makassar tentu tidak layak dipimpin oleh pihak yang bergaya preman," ucap Jubir Appi-Rahman , Fadli Noor kepada SINDOnews, Minggu (8/11/2020).
Fadli menegaskan, pihaknya mendesak kepolisian untuk segera menuntaskan kasus ini. Agar tidak menjadi provokasi dari kelompok lain.
Lihat Juga :